<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>::2011 ::adhitaprazt</title>
	<atom:link href="http://vrans.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vrans.wordpress.com</link>
	<description>&#34; yang paling aku takutkan adalah ketika kita hanya diam dan mati dalam ketidakberdayaan&#34;</description>
	<lastBuildDate>Thu, 13 Oct 2011 14:07:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vrans.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>::2011 ::adhitaprazt</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vrans.wordpress.com/osd.xml" title="::2011 ::adhitaprazt" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vrans.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Nitsche</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/nitsche/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/nitsche/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 07:58:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Nietzche lahir di Röcken, 15 Oktober 1844. Ketika Nietzche berusia empat tahun, tiba-tiba ayahnya sakit keras dan meninggal pada tahun 1849. Sejak itu seluruh keluarga pindah ke Naumburg, kota asal nenek moyang Nietzsche. Menjelang umur 6 tahun, Nietzche masuk sekolah Gymnasium. Di sekolahnya, Nietzche termasuk orang yang amat pandai bergaul. Dengan cepat dia dapat menjalin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=299&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nietzche lahir di Röcken, 15 Oktober 1844. Ketika Nietzche berusia empat tahun, tiba-tiba ayahnya sakit keras dan meninggal pada tahun 1849. Sejak itu seluruh keluarga pindah ke Naumburg, kota asal nenek moyang Nietzsche. Menjelang umur 6 tahun, Nietzche masuk sekolah Gymnasium. Di sekolahnya, Nietzche termasuk orang yang amat pandai bergaul. Dengan cepat dia dapat menjalin persahabatan dengan teman-teman sekolahnya. Melalui teman – temannya inilah ia mulai diperkenalkan dengan karya-karya Goethe dan Wagnet. Dari perkenalannya yang pertama dengan sastra dan musik, dia merasa bahwa dia cukup mempunyai bakat dalam bidang itu.<br />
<a href="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/20inwo.jpg"><img src="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/20inwo.jpg?w=428&#038;h=639" alt="" title="20inwo" width="428" height="639" class="aligncenter size-full wp-image-300" /></a><br />
Pada umur 14 tahun, Nietzche pindah ke sekolah dan sekaligus asrama yang bernama Pforta. Sekolah ini dikenal cukup keras dan ketat. Selama di Pforta Nietzsche belajar bahasa Yunani dan Latin secara intensif. Dari sinilah dia mendapatkan bekal yang kuat menjadi seorang ahli folologi yang brilian. Di samping belajar kedua bahasa itu, ia juga masih belajar bahasa Hibrani, karena pada waktu itu ia masih tetap bermaksud menjadi pendeta sesuai dengan keinginan keluarganya. Namun, Nietzsche mengakui bahwa dia tidak berhasil menguasai bahasa Hibrani. Bagi Nietzsche, tata bahasa Hibrani yang termasuk rumpun bahasa Semit ini dirasa terlalu tinggi.</p>
<p>Pada tahun-tahun terakhir di Pforta, Nietzsche sudah menunjukkan sikap jalangnya. Dalam tulisannya, Ohne Heimat (Tanpa Kampung Halaman), ia mengungkapkan gejolak hatinya yang ingin bebas dan minta dipahami. Bersamaan dengan itu ia juga mempertanyakan iman Kristennya dan bahkan secara perlahan – lahan mulai meragukan kebenaran seluruh agama. Sejak di Pforta, Nietzsche merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hidup. Berkali-kali ia menyatakan mau mengadakan semacam pencarian dan percobaan (Versuch) dengan hidupnya. Ia melakukan percobaan ini secara radikal dengan melepaskan teologi. Ia memilih menjadi seorang freethinker. Ia ingin bebas, tidak hanya bebas melepaskan beban, tetapi juga bebas memilih beban yang lebih berat.</p>
<p>Pada pertengahan 1865, Nietzsche pindah ke Leipzig untuk belajar filologi selama empat semester. Disana ia akrab dengan dosennya F. Ritschl, dan diakui oleh dosennya sebagai mahasiswa yang paling berbakat diantara semua mahasiswa yang pernah diajarnya. Penilaian ini berdasarkan tulisan Nietzsche yang pertama di bidang Filologi, yaitu De Theognide Megarensis (Silsilah Para Dewa Megara). Disini juga Nietzsche memenangkan hadiah yang disediakan Universitasnya. Karangannya yang memenangkan hadiah itu adalah Diogenes Laertius.</p>
<p>Buku-buku yang mempengaruhi pemikiran Nietzsche adalah buku karya Schopenhauer (1788-1860) yaitu Die Welt als Wille und Vors-tellung (The Worlds as Will and Idea, Dunia sebagai Kehendak dan Ide, 1819), lalu buku karya seorang neo-Kantian, Friedrich Albert Lange (1828-1975) yang berjudul Geschichte des Matreilasmus und Kritik seiner Badeutung in der Gegenwart (Sejarah Matrealisme dan Krotik Maknanya pada Zaman Sekarang, 1866). Buku-buku ini amat menarik karena saling bertentangan satu sama lain. Buku yang ditulis Schopenhauer, menurut Nietzsche berbicara tentang perasaan dan melihat manusia secara utuh. Sedangkan Langer menulis bukunya lebih dengan intelek saja, dan pendekatannya terhadap manusia terbatas pada segi filosofis saja. Kesimpulan Nietzsche adalah bila buku Schopenhauer benar maka buku Langer harus salah, begitupun sebaliknya.</p>
<p>Pada tahun 1867-1868 terjadi perang antar Jerman dan Paris. Nietzssche menjadi anggota dinas militer. Ia mengalami kecelakaan ketika mengikuti dinas ( jatuh dari kuda) dan terpaksa dirawat selama 1 bulan. Ia juga menyaksikan peristiwa-peristiwa tragis sebegaimana terjadi setiap perang. Seluruh pengalaman ini menimbulkan goncangan dalam dirinya. Ia mulai bertanya pada dirinya: melanjutkan studi filologi atau studi lain. Kini ia merasa bahwa belajar filologi itu hambar dan mati. Ia ingin belajar yang lebih menarik untuk hidup.</p>
<p>Nietzsche merasa “jatuh cinta” terhadap musikus Richard Wagner. Pengalaman ini terjadi ketika ia menyaksikan pementasan Tristan dan Meistringer. Ketika bertemu secara pribadi dengan Wagner, membuai Nietzsche yakin bahwa ternyata kebebasan dan karya yang jenius itu masih mungkin dicapai. Ia juga tahu bahwa wagner seorang pengaggum Schopenhauer. Sejak itu Nietzsche menggabungkan dua tokoh itu, Wagner dan Schopenhauer, menjadi agama barunya.</p>
<p>Nietsche pernah menjadi seorang dosen di Universitas Basel, Swiss. Dia mengajar selama 10 tahun dan berhenti karena kesehatannya memburuk. Nietzsche menjadi dosen mata kuliah filologi dan bahasa Yunani. Selama menjadi dosen, Nietszche sering jatuh sakit. Sejarah kesehatannya perlu diketahui, karena banyak orang menganggap bahwa karangan- karangannya tidak lebih dari ungkapan atas pengalamannya menghadapi sakit.</p>
<p>Anggapan ini tidak dapat di tolak, karena ketika sakit, ia sangat produktif. Dia menghasilkan banyak karangan yang digolongkan sebagai karangan terbaiknya. Buku Die Geburt de Tragödie aus dem Geiste der Musik (The Birth of Tragedy Out of the Spirit of Music; Lahirnya Tragedi dari Semangat Musik) pada tahun 1872. Pada tahun berikutnya terbit buku tentang tragedi Yunani Unzeitgemässe Betrachtungen (Untimely Meditations; Permenungan yang Terlalu Awal). Buku ini terbagia atas 4 bagian . bagian pertama berjudul David Strauss, der Bekenner und der Schriftsteller (David Strauss, Pengaku Iman dan Penulis), terbit tahun 1873. Dua bagian berikutnya terbit tahun 1874, masing-masing berjudul Vom Nutzen und Nachteil der Historie für das Leben (Kegunaan dan Kerugian Sejarah bagi Hidup) dan Schopenhauer als Erzieher (Schopenhauer sebagai Pendidik). Dan bagian keempat baru terbit dua tahun berikutnya, 19876, dengan judul Richard Wagner in Bayreuth (Richard Wagner di Bayreuth). Pada tahun yang sama diberi kesempatan untuk beristirahat selama setahun dari Universitasnya. Kesempatan ini digunakan untuk tinggal di Italia bersama kedua temannya. Disana mereka masing-masing merencanakan untuk menulis buku. Nietzsche merencanakan menulis buku Menschliches, Allzumenschiches (Human, All- Too-Human; Manusiawi, Terlalu Manusiawi). Pada tahun 1879, Nietzsche menderita sakit yang amat berat selama 118 hari. Dan memaksa Nietzsche mau tidak mau untuk mundur sebagai dosen.</p>
<p>Sampai dengan tahun 1889 saat menderita sakit jiwa, Nietzsche tidak dapat menghentikan kegiatannya untuk selalu menulis dan merenung. Pada tahun 1882, ia menertbitkan sebuah buku yang paling indah dan paling penting, yaitu Die Fröhlice Wissenschaft (“la gaya scienza”: Ilmu yang Mengasyikkan). Dalam buku inilah Nietzsche memproklamasikan bahwa “ Tuhan sudah mati”.</p>
<p>Tahun 1889 adalah tahun yang paling menyedihkan Nietzsche. Ia ditimpa sakit jiwa. Tahun 1890 ia dipindahkan oleh ibunya ke Naumburg dan dirawat sendiri di sana. Keluarga ini semakin malang ketika pada tanggal 20 April 1897 sang ibu meninggal. Pada tahun itu juga Elizabeth memindahkan Nietzsche ke Weimar. Dan disana Nietzsche meninggal pada tanggal 25 Agustus 1900. Saat-saat terakhir Nietzsche sungguh tragis. Selama dua tahun terakhir hidupnya, ia tidak dapat menegtahui apa-apa dan tidak dapat berpikir lagi. Bahkan ia tidak tahu bahwa ibunya sudah meninggal dan juga tidak tahu bahwa ia mulai termahsyur.</p>
<p>BEBERAPA GAGASAN DASAR PEMIKIRAN NIETZSCHE.</p>
<p>1. Nilai Seni sebagai pengganti Nilai Moral.</p>
<p>Penghayatan hidup melalui jalur seni merupakan jawaban Nietzsche untuk membebaskan oranng dari kungkungan moral. Pendekatan moral dkritik Nietzsche sejauh dilandasi keyakinan akan adanya hukum moral universal dan nilai-nilai moral yang absolut. Nietzsche mengamati hidup tidak mulai dengan gagasan-gagasan seperti penyelenggaraan Illahi, tujuan alam semesta, sangsi-sangsi berdasarkan suatu keharusan absolut. Pendekatan melalui jalur seni akan tercapai, kalau orang melihat unsur dionisian sebagai unsur negatig-dialektik yang mutlak perlu bagi terwujudnya nilai seni itu. Nietzsche melihat bahwa pergaulan hidup adalah pergulatan orang untuk mamadukan semangat dionisian dan apollonian. Dan pergulatan ini ada pada lingkungan estetik dan bukan normatif. Dengan kata lain, pergulatan hidup harus dipandang sebagai usaha untuk menciptakan keindahan. Seni adalah monumen kemenangan manusia dalam menjawab hidup.</p>
<p>2. Kegunaan dan Kerugian Sejarah bagi Hidup</p>
<p>Dalam Die Geburt der Tragödie, Nietzsche menekankan kengerian-kengerian sejarah sebagai tantangan yang menyudutkan orang lemah sehingga diia berusaha menolak hidup. Dan bagi orang yang kuat, tantangan ini mendorongnya untuk menciptakan keindahan. Dalam Unzeitgemässe Betrachtungen, dia mengemukakan bahwa sejarah berguna sejauh memasukkan orang ke dalam keputusan yang mendalam sehingga orang kuat dan sehat melawan penderitaan dengan menciptakan keindahan. Singkatnya, mempelajari sejarah dapat mendorong orang untuk mengafirmasi sekaligus menolak hidup.</p>
<p>Nihilisme</p>
<p>Nihilisme sebagai runtuhnya seluruh nilai dan makna meliputi seluruh bidang kehidupan manusia. Seluruh bidang ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu keagamaan(termasuk moral) dan ilmu pengetahuan. Runtuhnya dua bidang ini membuat manusia kehilangan jaminan dan pegangan untuk memahami dunia dan hidupnya, termasuk aku-nya. Singkatnya, nihilisme mengantarkan manusia pada situasi kritis atau kepada hari yang menjadi “malam terus-menerus”, karena seluruh kepastian hidupnya runtuh. nietzsche mengawali perang melawan setiap bentuk jaminan kepastian yang sudah mulai pudar. Jaminan kepastian yang pertama adalah Tuhan sebagaimana diwariskan oleh agama Kristen. Dan jaminan- jaminan kepastian lainnya adalah model-model Tihan seperti ilmu pengetahuan, prinsip-prinsip logika, rasio, sejarah dan kemajuan(progress). Untuk merumuskan runtuhnya dua jaminan kepastian itu, Nietzsche cukup mengatakannya dengan kalimat “Tuhan sudah mati”. Dengan kata lain paradigma seluruh krisis adalah “Tuhan sudah mati”.</p>
<p>Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam arti sempit, matinyaTuhan merupakan sumber pemaknaan dunia dan hidup manusia. Nietzsche menyebut situasi ini sebagai nihilisme. Namun, lebih dari itu, sebenarnya ia mengartikan kata “Tuhan” lebih luas daripada pengertian sebenarnya. Bagi Nietzsche, “Tuhan” hanyalah suatu model untuk menunjuk setiap bentuk jaminan kepastian untuk hidup dan manusia. Karena itu, sekalipun orang sudah membunuh Tuhan, orang belum tentu tidak menghidupkan tuhan-tuhan lainnya. Menurut Nietzsche, manusia harus bebas dari makna absolut yang menjamin dirinya dan dunianya. Manusia sendiri harus menciptakan dunia dan memberinya nilai. Dan menunjukkan bagaimana harus melakukannya tanpa bercita-cita menciptakan tuhan-tuhan baru.</p>
<p>Kehendak Untuk Berkuasa Nietzsche</p>
<p>Gagasan Nietzsche tentang kehendak untuk berkuasa tersurat dalam tulisan-tulisannya hanya secara spontan tanpa uraian rinci, sebelum muncul dalam bukunya “The Will to Power”. Sebagai bahan sentral kajian, gagasan kehendak untuk berkuasa baru dikerjakan dan dikembangkan secara lebih intensif dan ambisius dalam catatan-catatan terakhir hidupnya, yang akhirnya dijadikan tema utama dalam calon opus magnum-nya yang tak terselesaikan, tetapi bukan berarti konsepnya mengenai kehendak untuk berkuasa tidak mempunyai akar yang mendalam dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Metode filsafat yang dipilih Nietzsche, merupakan kesimpulan dari hasil percobaan-percobaan (Versuch) lewat kontemplasinya yang panjang.</p>
<p>Salah satu usaha untuk meneliti penemuan Nietzsche akan prinsip kehendak untuk berkuasa sudah dilakukan Kaufmann. Dalam salah satu bab yang berjudul The Discovery of the Will to Power, ia dengan teliti mengumpulkan teme-tema kehendak untuk berkuasa dalam buku Nietzsche. Dari penelitian ini tampak bahwa Nietzsche menggunakan istilah kuasa (macth, power) secara berbeda-beda. Mula-mula Nietzsche memaksudkan kehendak untuk berkuasa sebagai prinsip untuk menerangkan perilaku, khususnya perilaku yang tidak disukainya. Dalam hal ini gagasan yang dihasilkannya lebih bersifat psikologis. Dalam perkembangan selanjutnya, kehendak untuk berkuasa dipakai untuk menerangkan dorongan-dorongan hidup yang dimiliki oleh orang-orang Yunani Kuno sehingga mereka mampu menghasilkan kebudayaan yang tinggi</p>
<p>Kehendak untuk Berkuasa : Suatu Provokasi Politik?</p>
<p>Gagasan untuk berkuasa yang ditulis secara aforistik dalam catatan-catatan yang ditinggalkan ini telah mengundang berbagai macam penafsiran, dan salah satu penafsirannya adalah merupakan hipotesis politik. Alfred Baumler meyakinkan bahwa disamping sebagai seorang metafisi, Nietzsche juga merupakan seorang politikus. Penafsiran ini sulit dipisahkan dari ideologi Nazi jerman pada zaman hitler. Ini merupakan upaya yang baik untuk memadukan ideologi Nazi dengan gagasan kehendak untuk berkuasa, demikianlah akhirnya gagasan kehendak untuk berkuasa dijadikan legitimasi ilmiah untuk menyerukan dan merealisasikan slogan “ Deutschland Deutschland uber Alles”.</p>
<p>Pemahaman semangat kehendak untuk berkuasa secara politis ini sebenarnya sudah dirintis oleh Elizabeth, saudari Nietzsche. Negara dipandang sebagai musuh besar karena merupakan penghambat bagi kebebasan untuk merealisasikan diri. Penolakan ini dipertegas dengan pandangannya mengenai kedudukan manusia dalam dunia (die sonder stellung des menschen im cosmos). Menurut Nietzsche kedudukan manusia terletak diantara binatang dan apa yang disebut Ubermansch. Yang membedakan manusia dan binatang terletak pada bahwa manusia memiliki tujuan yang hanya dapat dicapai oleh manusia itu sendiri. Manusia memiliki kemungkinan dan kemampuan untuk mengatasi dirinya, sehingga ia dapat mengembangkan physis-nya. Orang yang tidak merealisasikan kemungkinan dan potensi-potensinya akan tetap sebagai status binatang.</p>
<p>Ia menolak negara, karena negara hanyalah merupakan kesatuan orang-orang yang hidup setengah-setengah. Oleh karena itu negara harus dipandang sebagai godaan yang harus diatasi supaya orang dapat mencapai dirinya sendiri, negara adalah sumber dari berbagai konformitas. Nietzsche membagi tingakatan kebudayaan menjadi 3:</p>
<p>1. Barbar : kehendak manusia untuk menundukkan dan melukai orang lain</p>
<p>2. Normal : kebudayaan orang-orang yang mengagumi dan membiarkan sesamanya tertawa dan bahagia.</p>
<p>3. Asketik : orang lebih berpaling pada diri sendiri dan mengadakan penguasaan diri.</p>
<p>Orang yang berada pada kebudayaan ketiga akan merasakan dirinya sebagai orang yang paling berkuasa. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa gagasan kehendak untuk berkuasa bukanlah suatu provokasi politik. Karena kebanyakan orang mengaitkan begitu saja filsafat Nietzsche dengan gejolak politik yang terjadi di zamannya. Kehendak untuk berkuasa pertama-tama harus diarahkan pada penguasaan diri sendiri supaya orang dapat mengatasi status kebinatangannya.</p>
<p>Apa Itu Kehendak untuk Berkuasa?</p>
<p>Kehendak untuk berkuasa dalam beberapa buku Nietzsche memiliki arti yang beraneka ragam. Ada yang menyebutkan hakikat dari dunia, hidup dan ada, tetapi Nietzsche menolak pertanyaan apa itu kehendak berkuasa? Karena menurutnya pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan kaum metafisi. Seolah-olah dapat membaca dunia seperti apa adanya. Padahal menurut Nietzsche setiap kegiatan bertanya secara filosofis adalah kegiatan penafsiran terhadap dunia. Kehendak untuk berkuasa bukanlah merupakan suatu substansi yang mendasari segala-galanya. Kehendak untuk berkuasa merupakan khaos yang tak mempunyai landasan apapun. Dan khaos ini berada di bawah segala dasar seperti dibayangkan kaum metafisi.</p>
<p>Kehendak Untuk Berkuasa dan Pengetahuan</p>
<p>Diawali dengan kritik Nietzsche terhadap Kant, karena Kant merupakan filsuf pertama yang secara sistematis mencoba melakukan kritik terhadap pengetahuan. kant berupaya untuk meninggalkan penggunaan akal secara dogmatis tanpa kritis. Nietzsche memuji kejelian Kant untuk melakukan kritik terhadap penggunaan rasio, namun disatu sisi Nietzsche melihat keterbatasan bahkan kebuntuan jalan yang diperlihatkan oleh Kant. Kritik Nietzsche terhadap Kant secara singkat dapat dirumuskan:</p>
<p>Sekalipun Kant sudah melakukan kritik rasio, teori pengetahuan Kant masih didominasi dan dikendalikan oleh pandangan teologis, dogmatis, dan prespektif yang bersifat moral.</p>
<p>Kritik Nietzsche pada Kant terdapat dalam 2 hal:</p>
<p>1. Penilaian Nietzsche tentang pengetahuan sebagai keputusan (judgement).</p>
<p>2. Penilaiannya tentang apa yang disebut Kant benda pada dirinya sendiri.</p>
<p>Nietzsche menegaskan bahwa keputusan harus bersifat sintesis, dalam artian keputusan tersebut menghubungkan beberapa gagasan. Keputusan tersebut juga harus bersifat Apriori, artinya harus bersifat Universal. Kritik Nietzsche yang lebih penting berkaitan dengan kepercayaan Kant tentang adanya fakta pengetahuan. bagi Nietzsche hal tersebut merupakan dosa asal, yang merupakan keyakinannya pada adanya fakta pengetahuan. Nietzsche menunjukkan batu pertema yang menyangga pengetahuan adalah kepercayaan. Pengetahuan yang diajukan Kant menurut Nietzsche merupakan bentuk paling murni dari kepercayaan.</p>
<p>Sehubungan dengan benda pada dirinya sendiri (das ding an sich) Nietzsche mengatakan bahwa dengan mata yang sudah kaburpun orang dapat melihat bahwa pembedaan dunia fenomenal dari das ding an sich tidak dapat sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi. Nietzsche berpendapat bahwa pengakuan Kant akan das ding an sich menjadi dunia yang kita hadapi menjadi kurang bernilai, pandangan Kant ini justru akan membuat orang akan semakin menjauh dari das ding an sich, yaitu suatu model Tuhan yang belum berhasil ditanggalkan oleh Kant. Bagi Nietzsche pengakuan akan adanya das ding an sich sama sesatnya dengan pengakuan adanya makna-pada-dirinya atau postulat adanya tuhan yang dikemukakan oleh Spinoza, yang dilanjutkan pada kritiknya terhadap fakta pada dirinya sendiri. Karena baginya fakta terhadap diri sendiri itu tidak ada. Esensi juga tidak ada, apa yang disebut fakta atau sensi adalah hasil dari pemberian makna atau kualitas dari sudut pandang tertentu.</p>
<p>1. Kritik Nietzche atas Moralitas</p>
<p>Sejalan dengan pengalaman keagamaannya yang mengatakan bahwa Allah adalah mahakuasa dan mahaadil, Nietzche mencari jawaban atas rasa ingin tahunya itu pada kemahakuasaan dan keadilan Allah. Allah, menurutnya pasti juga mahakuasa atas kejahatan. Demikianlah Nietzche pada usia itu masih mencari asal usul kejahatan di balik dunia. Tetapi lama kelamaan pada perkembangan selanjutnya , Nietzche mulai meragukan dan bahkan menolak asumsi – asumsi teologis. Dia menjelaskan gejala kejahatan bukan lagi dari balik dunia ini, melainkan lewat dunia.</p>
<p>Kajian Nietzche di bidang moralitas meresapi hampir seluruh tulisannya. Tulisan pertama yang dianggap sebagai perumusan tentatif tentang etika adalah human, All too Human : A book for free spirit. Dalam bukunya itu, Nietzche mengadakan evaluasi tentang apa yang disebut baik dan jahat di kalangan kelas penguasa dan kelas budak tentang asal usul kode asketik tentang etika dan tentang moralitas kebiasaan.</p>
<p>Buku kedua yang banyak membuat masalah moral adalah Beyond Good and Evil Venseit von Gut und Bose. Nietzche mengajukan dua macam moralitas : moralitas budak dan moralitas tuan yang secara agak rinci masih akan dibahas kemudian. Dalam buku ini, Nietzche sudah menunjukkan niatnya untuk melakukan pembalikan semua nilai. Nietzche membagi buku ini menjadi tiga bagian: bagian pertama berbicara tentang psikologi Kristianisme, bagian kedua berbicara tentang suara hati dan dalam bagian ke tiga Nietzche berbicara tentang hubungan cita – cita asketik dan kehidupan.</p>
<p>Dalam bagian pertama bagian tentang psikologi kristianisme, Nietzche menunjukkan bahwa moralitas Kristen lahir dari perasaan kebencian. Moralitas Kristen, sebagaimana dikembangkan oleh para imam, lahir sebagai hasil dari revolusi orang – orang lemah atau para budak yang memendam rasa kebencian dan rasa iri yang mendalam. Gagasan baik dalam moralitas ini kata Nietzche lahir bukan karena mereka ingin menciptakan apa yang disebut baik. Gagasan tentang baik muncul sebagai reaksikelemahannya terhadap lingkungan di sekitarnya.</p>
<p>Pada bagian kedua Nietzche menguraikan pandangannya tentang suara hati . Suara hati adalah suara Allah dalam hati, padahal itu adalah naluri kekejaman. Pandangan yang keliru tentang suara hati ini telah membuat orang mengakibatkan kecenderungan alami manusia yang tidak lain adalah kecenderungan alami manusia, yang tidak lain adalah kecenderungan kehidupan itu sendiri.</p>
<p>Pada bagian ke tiga yang diberi judul “ apakah makna dari cita – cita asketis ?”, Nietzche menunjukkan bahwa kekuatan luar biasa yang muncul dari cita – cita asketis pada dirinya adalah cita – cita yang merusak kehidupan. Sejalan dengan ketakutan manusia dengan dorongan – dorongan kehidupan, orang menciptakan berbagai macam kebijaksanaan yang diungkapkan dengan praktik – praktik asketis.</p>
<p>Menurut Nietzche moralitas tak lebih daripada penghisap arus hidup itu sendiri. Moralitas menjadi kodifikasi dari ketakutan yang memudarkan hidup. Kebutuhan akan moralitas yang kokoh mendorong kelompok dekaden untuk mencari jaminan – jaminan moral yang bersifat tetap dan mutlak. Konsep Tuhan adalah salah satu bentuk jaminan yang paling sulit dilepaskan. Sebaliknya jaminan ini paling dirindukan oleh orang – orang yang dekaden.</p>
<p>2. Kehendak Untuk Berkuasa Sebagai Prinsip Moralitas</p>
<p>Dalam bukunya, The Will to Power, yang secara lebih rinci ia mengaitkan antara moralitas dan kehendak untuk berkuasa, Nietzche menunjukkan bahwa untuk memahami moralitas, kita harus mengaitkannya dengan hidup yang tidak lain adalah kehendak untuk berkuasa. Nietzche tidak mengakui adanya fakta moral. Nietzche menunjukkan bahwa sebenarnya yang disebut moralitas pada dirinya itu tidak ada yang ada hanyalah interpretasi moral . Moralitas adalah sistem oenilaian . sedangkan penilaian moral itu sendiri kata Nietzche selalu berupa exegesis yaitu a wat interpreting. Jadi moralitas bagi Nietzche selalu berarti penafsiran untuk suatu penilaian. Nietzche mengatakan bahwa hakikat dunia ini adalah kekuatan dan hidup adalah suatu satuan kekuatan – kekuatan yang berada dibawah satu penguasaan. Nietzche mengambil beberapa contoh nilai – nilai dan keutamaan dalam kaitannya dengan fungsi organik manusia :</p>
<p>Rasa kasihan dan cinta manusia perkembangan dari dorongan seksual</p>
<p>Keadilan perkembangan dorongan untuk mendendam</p>
<p>Keutamaan merupakan kenikmatan untuk melawan, kehendak untuk berkuasa</p>
<p>Kehormatan merupakan pengakuaan atas adanya persamaan atau kesejajaran kekuasaan.</p>
<p>Nietzche menyebut moralitas ini dengan nama moralitas kawanan karena diciptakan berdasarkan naluri komunal. Naluri yang paling menonjol adalah naluri ketakutan terhadap pribadi – pribadi yang kuat dan bebas.</p>
<p>Bagi Nietzche moralitas kawanan adalah musuh kehidupan. Moralitas ini cenderung meredam nafsu – nafsu spontan yang merupakan ungkapan arus hidup itu sendiri yaitu kehendak untuk berkuasa. Orang – orang Kristen adalah pelaku utama moralitas kawanan.</p>
<p>Moralitas tuan adalah moralitas yang melampaui kategori – kategori baik dan jahat. Seorang dionisian harus mengukur kualitas nilai dengan kategori baik dan jelak, dan bukan dengan baik dan jahat. Baik adalah apa saja yang meningkatkan kehendak untuk berkuasa. Jelek adalah semua yang keluar dari sikap yang lemah.</p>
<p>Ubermensch</p>
<p>Tujuan hidup manusia yaitu manusia yang sudah dijiwai semangat kehendak untuk berkuasa. Nietzche menentang agama kristen karena agama ini dianggap telah merendahkan hidup manusia dengan dalih kebahagiaan kekal dan tak berubah. Penolakan Nietzche terhadap hidup kekal diungkapkan dengan mengibaratkannya sebagai “ bintang – bintang yang berkedip – kedip di langit “. Tujuan itu ilusi belaka. Ilusi itu justru membuat orang membelakangi dan menolak hidup yang sebenarnya. Tetapi penolakan Nietzche tidak hanya berakhir pada kata bukan. Dia tidak hanya berfilsafat dengan paku. Ia juga menunjukkan alternatif tujuan lain yang seharusnya dikejar oleh setiap orang. Tujuan ini adalah Ubermensch.</p>
<p>Oscar Levy menerjemahkan kata Ubermensch dengan kata inggris Superman. Pengarang lain yang menyetujuinya adalah RJ Hollingdale. Kaufmann dan Danto menilai bahwa penggunaan kata Superman dapat menyesatkan pemahaman konsep Ubermensch. Awalan Uber mempunyai peran yang menentukan dalam membentuk seluruh makna Ubermensch. Penerjemahan awalan uber menjadi super mempunyai konotasi kesempurnaan dan kemandegan. Sebagai ganti awalan super Kaufmann mengusulkan awalan over. Pertimbangan kaufmann adalah bahwa awalan over dapat memuat sebagian makna yang terkandung dalam Uberwindung sebagaimana diungkapkan dalam kata inggris over coming.</p>
<p>Ajaran Nietzche tentang Ubermensch diperkenalkan lewat mulut tokoh Zarathustra. Ajaran ini merupakan satu dari sua buah rohani terpenting dari kontemplasi Zarathustra di perbukitan selama bertahun – bertahun . Zarathustra meninggalkan rumahnya pada usia tiga puluh tahun.</p>
<p>Setelah sepuluh tahun menikmati roh dan kesunyian Zarathustra memutuskan meninggalkan bukit – bukit dan turun ke kota. Selama sepuluh tahun ia bagaikan lebah yang mengumpulkan masu, yang akhirnya rindu untuk membagikan madu itu kepada orang – orang yang membutuhkannya. Madu yang dihasilkan Zarathustra tidak lain adalah ajarannya tentang Ubermensch dan ajaran bahwa “ Tuhan sudah mati “. Aku ingin melepaskan dan membagikan ajaran itu sampai orang – orang bijak menikmati kebahagiaan yang dalam dan orang – orang miskin menikmati kebahagiaan dalam kekayaan mereka .</p>
<p>Bagi Nietzche, kebutuhan orang yang paling mendesak adalah soal pemaknaan. Pemberian makna pada dunia hanya dapat dicapai lewat Ubermensch. Ubermensch berada di dunia ini dan tidak di seberang dunia seperti dipikirkan resi tua itu. Memang, kata Nietzche dulu menghujat Tuhan merupakan hujatan yang paling keji. Tetapi kini Tuhan sudah mati, demikian juga para penghujatnya. Bagi Nietzche ,yang sekarang berlaku adalah “ menghujat dunia adalah dosa yang paling berat.</p>
<p>Nietzche menilai bahwa pesimisme terhadap hidup disebabkan oleh kerisauan akan dorongan – dorongan hidup. Satu – satunya penghargaan akan hidup adalah dengan berkata “ya” pada hidup itu. Menurut Nietzche penolakan hidup tidak hanya karena orang berhadapan dengan penderitaan yang menakutkan. Penolakan juga dapat terjadi karena orang merasakan mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat. Orang yang memaknai dunia lewat Ubermensch tidak gentar menghadapi berbagai dorongan hidupnya yang dahsyat. Dia tidak merasa asing dengan dorongan – dorongan yang semacam ini. Dengan nilai ubermensch, orang menjadi kerasan tinggal di dunia. Jadi bagi Nietzche, ubermensch adalah semacam pengganti Tuhan yang sudah dibunuhnya. Ubermensch adalah tujuan manusia didunia ini yang diciptakan oleh manusia itu sendiri untuk menggantikan setiap tujuan yang ditentukan dari luar.</p>
<p>Nietzche melukiskan situasi manusia ini bagaikan tali yang terentang antara binatang dan ubermensch, bagaikan tali yang melintasi suatu jurang. Bagi Nietzche, manusia bukanlah semata – mata produk alam sebagaimana diyakini Darwin. Manusia mempunyai potensi untuk mengatasi status kebinatangannya dan sekaligus mengarah pada Ubermensch. Kedudukan ini membuat manusia selalu dalam keadaan bahaya. Dia seolah – olah selalu dalam keadaan menyeberangi jurang : maju kedepan berbahaya, menoleh ke belakang berbahaya, berhenti dan bergemetar juga berbahaya. Menurut Nietzche manusia bersifat transisional dalam arti yang sesungguhnya. Manusia adalah makhluk yang tak henti – hentinya menyeberang dari binatang menuju ubermensch . dengan kata lain ciri khas manusia adalah mengatasi status kebinatangannya sekaligus menuju pada ubermensch. Tetapi menurut Nietzche manusia tidak dengan sendirinya bergerak menuju ubermensch kecuali kalau dia dapat mengatur naluri – naluri hidupnya.</p>
<p>Bagi orang – orang yang sedang menuju ubermensch, perasaan bersalah tidak lagi relevan. Perasaan bersalah hanya dialami orang – orang dekaden. Kategori salah dan benar diganti dengan kategori baik dan buruk. Dalam anti christ, ia menjelaskan bahwa baik adalah apa saja yang meningkatkan perasaan kehendak untuk berkuasa, dan buruk berarti apa saja yang keluar dari sikap yang lemah. Sedangkan behagia adalah perasaan akan bertambahnya kekuasaan dan keberhasilan mengatasi hambatan.</p>
<p>Ubermensch adalah makna dari dunia ini dan kemungkinan optimal yang dapat dipenuhi oleh seseorang. Kalau Nietzche berbicara tentang Ubermensch ,ia seolah – olah menunjuk suatu pribadi tertentu yang pada suatu saat benar – benar akan datang. Melalui mulut Zarathustra, ia menyatakan bahwa datangnya Ubermensch ini mensyaratkan pengorbanan diri demi dunia dan bukan demi bintang – bintang jauh di langit. Ia juga menyebutkan bahwa kedatangan Ubermensch harus disiapkan dengan segala daya pengetahuan dan karya. Ada juga yang menafsirkan bahwa Ubermensch sebagai seorang pribadi yang kuat . Sepenuhnya kerasan di dunia, tidak merasa perlu menghiraukan orang lain, tidak berfikir sedikit pun tentang apa yang terjadi di balik kubursatu – satunya tujuan baginya mencapai pemuasan setinggi – tingginya bagi nafsu berkuasa serta menghancurkan apa saja yang memperlemah dirinya.</p>
<p>Bagi Nietzche makna terbesar dunia terletak pada Ubermensch. Untuk mencapai makna terbesar itu, orang harus selalu menjadi jembatan menuju Ubermensch. Orang akan menjadi jembatan menuju Ubemensch, kalau seluruh hidupnya dijiwai semangat kehendak untuk berkuasa. Ini berarti bahwa orang harus selalu siap mengatasi naluri – naluri kebinatangannya dan mengatur hidupnya sedemikian rupa sehingga dia terus menerus mendapatkan pengalaman akan bertambahnya kekuasaaan.</p>
<p>Kembalinya Segala Sesuatu</p>
<p>Cinta dan kekekalan merupakan puncak dari ajaran Nietzsche setelah ajarannya tentang Ubermensch. Nietzsche begitu tergila-gila dengan kekekalan sehingga secara metaforis dia mengarahkan bahwa kekekalan adalah wanita idaman yang hendak dikawininya dan akhirnya hendak diajak untuk melahirkan anak. Ajaran Nietzsche tentang kekekalan tidak lain adalah ajarannya tentang kembalinya segala sesuatu (die ewige Weiderkehr des Gleichen, the eternal recurrence of the same). Bersama dengan ajarannya tentang Ubermensch, kembalinya segala sesuatu merupakan konsep utama dalam bukunya, Also Sprach Zarathustra. Dengan menggunakan kategori ilham, Nietzsche ingin menunjukkan betapa tinggi tingkat kepastian dan evidensi pemahamannya tentang kembalinya segala sesuatu. Pengalaman ini dating secara tiba-tiba dan amat jelas. Dan Nietzsche sendiri mengalami bahwa didalam dirinya ada semacam badai kebebasan, kemutlakan, dan kekuatan.</p>
<p>Gagasan kembalinya segala sesuatu bukan merupakan penemuan Nietzsche 100%. Nietzsche mengakui bahwa ajaran ini sudah banyak dibicarakan di kalangan filsuf Yunani kuno. Nietzsche melakukan berbagai macam cara untuk melukiskan pengalamannya yang mendalam akan kekekalan. Kekekalan dan kembalinya segala sesuatu adalah satu. Nietzsche terkadang mencucurkan airmata ketika menyadari bahwa dunia ini kekal; segala-galanya akan kembali lagi. Pergumulannya yang dinamis ini dilakukan dengan dentang-dentang jam, yang makin lama makin mendekatkan Nietzsche pada penyerahan kepada kekekalan.</p>
<p>Secara ringkas dapat dirumuskan bahwa kembalinya segala sesuatu adalah cara yang paling maksimal untuk mengafirmasi dunia. Dengan mengakui gagasan ini, orang sanggup menyatakan bahwa dunia ini berjalan dari, untuk, dan berdasarkan dirinya sendiri tanpa mempunyai tujuan akhir. Pandangan ini mempunyai konsekuensi bahwa dunia ini kekal sifatnya. Nietzsche berpendapat bahwa kebenaran-kebenaran dalam ilmu pengetahuan alam tidak lebih daripada fiksi-fiksi. Tetapi dia sendiri mencari dukungan ilmu pengetahuan bagi gagasannya tentag kembalinya segala sesuatu.</p>
<p>Nietzsche dan Pengaruhnya</p>
<p>Nietzsche telah mengilhami banyak filsuf Barat untuk melakukan kritik terhadap perkembangan kebudayaan Barat dan asumsi-asumsinnya. Di kalangan para filsuf Jerman, Martin Heidegger merupakan filsuf pertama yang mengkaji pemikiran Nietzsche secara sistematis. Filsuf lainnya yang mencari ilham dari Nietzsche adalah Karl Jaspers.</p>
<p>Gema paling kuat bergaung di Prancis, dimana Katolikisme mengakar paling kuat. Disana menjadi begitu popular di kalangan kaum muda yang dikenal sangat sinis terhadap agama. Dia tampil sebagai symbol pemberontakan terhadap berbagai kemapanan dogmatis, terutama domagtisme keagamaan. Sedangkan di kalangan para filsuf, pengaruh pemberontakannya tampak paling jelas di kalangan filsuf eksistensialis, seperti Albert Camus dan Jean Paul Sartre. Dua pemikir kontemporer Prancis yang menjadi penafsir utama pemikiran Nietzsche adalah Michel Foucault dan Jacques Derrida, yang sering dihubungkan dengan posstrukturalisme dan posmodernisme. Di samping para filsuf Barat, ada seorang filsuf dan penyair muslim yang menjadi pengagum sekaligus pengkritik Nietzsche, dia adalah Muhammad Iqbal dari Pakistan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://vrans.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=299&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/nitsche/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/20inwo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20inwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sigmun freud</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/sigmun-freud/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/sigmun-freud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 01:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Para Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Dilahirkan tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di Cekoslowakia, tetapi tadinya termasuk wilayah Kerajaan Austria. Tatkala dia berumur empat tahun, keluarganya pindah ke Wina dan di situlah dia menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Freud seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881. Selama sepuluh tahun berikutnya dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=294&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/freud.jpg"><img src="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/freud.jpg?w=254&#038;h=300" alt="" title="freud" width="254" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-295" /></a>Dilahirkan tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di Cekoslowakia, tetapi tadinya termasuk wilayah Kerajaan Austria. Tatkala dia berumur empat tahun, keluarganya pindah ke Wina dan di situlah dia menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Freud seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881. Selama sepuluh tahun berikutnya dia melakukan penyelidikan mendalam di bidang psikologi, membentuk staf klinik psikiatri, melakukan praktek pribadi di bidang neurologi, bekerja di Paris bersama neurolog Perancis kenamaan Jean Charcot dan juga bersama dokter Josef Breuer orang Wina.</p>
<p>Gagasan Freud di bidang psikologi berkembang tingkat demi tingkat. Batu tahun 1895 buku pertamanya Penyelidikan tentang Histeria terbit, bekerja sama dengan Breuer. Buku berikutnya Tafsir Mimpi terbit tahun 1900. Buku ini merupakan salah satu karyanya yang paling orisinal dan sekaligus paling penting, meski pasar penjualannya lambat pada awalnya, tetapi melambungkan nama harumnya. Sesudah itu berhamburan keluar karya-karyanya yang penting-penting, dan pada tahun 1908 tatkala Freud memberi serangkaian ceramah di Amerika Serikat, Freud sudah jadi orang yang betul-betul kesohor. Di tahun 1902 dia mengorganisir kelompok diskusi masalah psikologi di Wina. Salah seorang anggota pertama yang menggabungkan diri adalah Alfred Adler, dan beberapa tahun kemudian ikut pula Carl Yung. Kedua orang itu akhirnya juga menjadi jagoan ilmu psikologi lewat upaya mereka sendiri.</p>
<p>Freud kawin dan beranak enam. Pada saat-saat akhir hidupnya dia kejangkitan kanker pada tulang rahangnya dan sejak tahun 1923 dan selanjutnya dia mengalami pembedahan lebih dari tiga puluh kali dalam rangka memulihkan kondisinya. Meski begitu,dia tetap menemukan kerja dan beberapa karya penting bermunculan pada tahun-tahun berikutnya. Di tahun 1938 Nazi menduduki Austria dan si Sigmund Freud yang sudah berusia 82 tahun dan keturunan Yahudi itu dipaksa pergi ke London dan meninggal dunia di sana setahun sesudahnya.</p>
<p>Sumbangsih Freud dalam bidang teori psikologi begitu luas daya jangkauannya sehingga tidak gampang menyingkatnya. Dia menekankan arti penting yang besar mengenai proses bawah sadar sikap manusia. Dia tunjukkan betapa proses itu mempengaruhi isi mimpi dan menyebabkan omongan-omongan yang meleset atau salah sebut, lupa terhadap nama-nama dan juga menyebabkan penderitaan atas bikinan sendiri serta bahkan penyakit.</p>
<p>Freud mengembangkan teknik psikoanalisa sebagai suatu metode penyembuhan penyakit kejiwaan, dan dia merumuskan teori tentang struktur pribadi manusia dan dia juga mengembangkan atau mempopulerkan teori psikologi yang bersangkutan dengan rasa cemas, mekanisme mempertahankan diri, ihwal pengkhitanan, rasa tertekan, sublimasi dan banyak lagi. Tulisan-tulisannya menggugah kegairahan bidang teori psikologi. Banyak gagasannya yang kontroversial sehingga memancing perdebatan sengit sejak dilontarkannya.</p>
<p>Freud mungkin paling terkenal dalam hal pengusulan gagasan bahwa gairah seksual yang tertekan sering menjadi penyebab penting dalam hal penyakit jiwa atau neurosis. (Sesungguhnya, bukanlah Freud orang pertama yang mengemukakan masalah ini meski tulisan-tulisannya begitu banyak beri dorongan dalam penggunaan lapangan ilmiah). Dia juga menunjukkan bahwa gairah seksual dan nafsu seksual bermula pada saat masa kanak-kanak dan bukannya pada saat dewasa.</p>
<p>Berhubung banyak gagasan Freud masih bertentangan satu sama lain, amatlah sulit menempatkan kedudukannya dalam sejarah. Dia merupakan pelopor serta penggali, dengan bakat serta kecerdasan luar biasa yang menghasilkan pelbagai gagasan. Tetapi, teori-teori Freud (tidak seperti Darwin atau Pasteur) tak pernah berhasil peroleh kesepakatan dari masyarakat ilmuwan dan teramat sulit mengatakan bahwa bagian-bagian mana dari gagasannya yang akhirnya dapat dianggap sebagai suatu kebenaran.</p>
<p>Lepas dari pertentangan yang berkelanjutan terhadap gagasan-gagasannya, tampaknya sedikit sekali yang meragukan bahwa Freud merupakan tokoh menonjol dalam sejarah pemikiran manusia. Pendapat-pendapatnya di bidang psikologi sepenuhnya telah merevolusionerkan konsepsi kita tentang pikiran manusia, dan banyak gagasan serta istilah-istilahnya telah digunakan oleh umum-misalnya: ego, super ego, Oedipus complex dan kecenderungan hasrat mau mati.</p>
<p>Memang betul, psikoanalisa merupakan cara penyembuhan yang teramat mahal dan amat serius dan pula tidak berhasil apa-apa. Tetapi, juga betul teknik itu meraih sukses-sukses besar. Para psikolog di masa depan berkesimpulan bahwa keinginan seksual yang tertekan akan semakin penting peranannya dalam tingkah laku manusia daripada anggapan para penganut faham Freud. Tetapi, gairah ini sudah pasti punya saham besar dari anggapan sebagian psikolog sebelum Freud. Begitu pula, mayoritas psikolog kini yakin bahwa proses mental bawah-sadar memegang peranan yang menentukan dalam tingkah laku manusia, sesuatu hal yang diremehkan orang sebelum Freud.</p>
<p>Freud memang bukan psikolog pertama, dan dalam jangka panjang mungkin tidak akan dianggap orang yang gagasan-gagasannya sebagian besar mendekati kebenaran. Namun, dia sudah jelas tokoh yang paling berpengaruh dan paling penting dalam perkembangan teori psikologi modern dan pandangan-pandangannya yang punya arti sangat besar di bidangnya menyuguhkan kepadanya hak untuk tercantum dalam urutan cukup tinggi dalam daftar buku ini.</p>
<br />Filed under: <a href='http://vrans.wordpress.com/category/para-kyai/'>Para Kyai</a>, <a href='http://vrans.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=294&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/sigmun-freud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/freud.jpg?w=254" medium="image">
			<media:title type="html">freud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Max Weber</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/as/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/as/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 18:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Para Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Max Weber lahir di Erfurt, jerman, 21 April 1864, berasal dari keluarga kelas menengah. Perbedaan penting antara kedua orang tuanya berpengaruh besar terhadap orientasi intelektual dan perkembangan psikologi Weber.ayahnya seorang birokrat yang kedudukan politiknya relatif penting, dan menjadi bagian dari kekuasaan politik yang mapan dan sebagai akibatnya menjauhkan diri dari setia aktivitas dan idealisme yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=269&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/weber.jpg"><img src="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/weber.jpg?w=204&#038;h=300" alt="" title="weber" width="204" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-291" /></a>Max Weber lahir di Erfurt, jerman, 21 April 1864, berasal dari keluarga kelas menengah. Perbedaan penting antara kedua orang tuanya berpengaruh besar terhadap orientasi intelektual dan perkembangan psikologi Weber.ayahnya seorang birokrat yang kedudukan politiknya relatif penting, dan menjadi bagian dari kekuasaan politik yang mapan dan sebagai akibatnya menjauhkan diri dari setia aktivitas dan idealisme yang memerlukan pengorbanan diri atau yang dapat menimbuklkan ancaman terhadap kedudukan dalam sistem. Lagipula sang ayah adalah seorang yang menyukai kesenangan duniawi dan dalam hal ini, juga dalam berbegai hal lainnya, ia bertolak belakang dengan istrinya. Ibu Max Weber adalah seorang Calvinis yang taat, wanita yang berupaya menjalani kehidupan prihatin (ascetic) tanpa kesenangan seperti yang sangat menjadi dambaan suaminya. Perhatiannya kebanyakan tertuju pada aspek kehidupan akhirat.ia terganggu aloh ketidak sempurnaan yang dianggap pertanda bahwa ia tidak di takdirkan akan mendapat keselamatan diakhirat. Perbedaan mendalam antara kedua pasangan ini menyebapkan ketegangan perkawinan mereka dan ketegangan ini berdampak bersar pada Weber.<br />
Karena tak mungkin menyamakan diri terhadap pembawaan orang tunanya yang bertolak belakang itu. Weber kecil lalu berhadapan dengan suatu pilihan jelas (Mariane Weber,1975;62) mula- mula ia memilih orientasi hidup ayahnya, tetapi kemudian tertarik makin mendekati orientasi hidup ibunya. Apapun pilihan, ketegangan yang dihasilkan kebutuhan memilih antara pola yang berlawanan ini berpengaruh negatif terhadap kejiwaan Weber. Ketika berumur 18 tahun Weber minggat dari runah, belajar di Universitas Heildelberg,Weber telah menunjukkan kematangan intelektual, tetapi ketika masuk Universitas ia masih tergolong terbelakang dan pemelu dalam bergaul. Sifat ini cepat berubah ketika ia condong pada gaya hidup ayahnya dan bergabung dengan kelompok mahasiswa saingan kelompok mahasiswa ayaahnya dulu.secara sosial ia mulai berkembang, sebagai karena terbiasa minum bir dengan teman – temannya. Lagipula ia dengan bangga memamerkan parutan akibat perkelahiaan yang menjadi cap kelompok persaudaraan mahasiswa seperti itu,dalam hal ini Weber tak hanya menunjukkan jati dirinya sama dengan pandangan ayahnya tetai juga pada waktu itu memilih karir bidang hukum seperti ayahnya.<br />
Setelah kuliah tiga semester weber meninggalkan Heildelberg untuk dinas militer dan tahun 1884 ia kembali ke berlin, kerumah orangtuanya, dan belajar di Universitas Berlin. Ia tetap disana hampir 8 tahun untuk menyelesaikan studi hingga mendapat gelar Ph,d,menjadi pengacara dan mulai mengejar di Universitas Berlin, dalamproses itu minat belajarnya bergeser ekonomi, sejarah, dan sosiologi yang menjadi sasaran perhatiaanya selama sisia hidupnya. Selama 8 tahun di Berlin, kehidupannya masih tergantung pada ayahnya, suatu keadaan yang segera tak disukainya. Pada waktu bersamaan ia beralih lebih mendekat nilai – nilai ibunya dan anti pati terhadap ayahnya meningkat (asceptic) dan memusatkan perhatian sepenuhnya untuk studi. Misalnya, selama satu semester sebagai mahasiswa, kebiasaan kerjanya di lukiskan sebagai berikut,”dia terus mempraktikkan disiplin kerja yang kaku, mengatur kehidupannya berdasakkan pembagiaan jam – jam kegiatan ruti sehari – hari kepada bagian – bagian secara tepat untuk berbagai hal. Berhemat menurut caranya, makan malam sendiri di kamarnya dengan 1 pot dagung sapi dan 4 buah telur goreng”(Mitzman, 1969/1971;48;mariane, Weber,1975;105 ), jadi, dengan mengikuti ibunya, weber mengalami hidup prihatin, raajin, bersemangat kerja tinggi – dalam istilsh dalam istilah modern disebut workaholic(gila kerja). Semangat kerja tinggi ini mengantarkan Weber menjadi Profesor ekonomi di universitas Heildelberg pada 1896. pada 1897, ketika karir akademis Weber berkembang, ayahnya meninggal setelah terjadi pertengkarang sengit antar mereka. Tak lama kemudian Weber menunjukkan gejala yang berpuncak pada gangguan saraf. Sering tidak bisa tidur atau bekerja, enam atau tujuh btahun berikutnya di lalaui dalam keadaan mendekati kehancuran total. Setelah masa kosong yang lama, sebagai kekuatan yang mulai pulih di tahun1904, ketika ia memberikan kuliah pertamanya (di Amerika) yang kemudian berlangsung selama 6,5 tahun, Weber mulai mampu aktif kembali dalam kehidupan akadenis. Tahun 1904 dan 1905 ia menerbitkan salah satu terbaiknya, the protestat Ethic and The Spirit of Capitalsm. Dalam karya ini weber banyak menghabiskan waktu untuk belajar agama meski secara pribadi ia tak religius.<br />
Meski terus di anggap maslah oleh psikologis, setelah 1904 Weber mampu memproduksi beberapa karya yang sangat penting, ia menerbitkan hasil studi tentang agama dunia dalam perspekti sejarah dunia (misalnya, cina india dan agama yahudi kuno). Menjelang kematiannya (14 juni 1920)ia menulis karya yang sangat penting, economy and Society. Meski buku ini di terbitkan, dan telah di terjemahkan dalam beberapa bahasa, namun buku ini belum selesai. Selain menulis berjilid – jilid buku dalam periode ini, Weber pun melakukan kegiatan lain, ia membantu mendirikan German Sociological Sosiety di tahun 1910. rumahnya di jadikan pusat pertemuan pakar berbagai cabang ilmu termasuk sosiologi seperti George Simmel, Robert Michelis, dan saudara kandungnya, Alfred, mauopun filsuf dan kritikus sastra Georg Lukacs (Scaff, 1989;186-222).Weber pu aktif dalam aktifitas politik dan menulis tentang masalah politik di masa itu. Ada ketegangan dalam kehidupan Weber dan, yang lebih penting, dalam karyanya, dalam pemikiran birokratis seperti yang tercermin oleh ayahnya dan rasa keagamaan ibunya. Ketegangan yang tak terselesaikan ini meresapi karya Weber mauun kehidupan pribadinya.</p>
<p>Sumber artikel :http://nataebiografiteacher.blogspot.com/ [repost]</p>
<br />Filed under: <a href='http://vrans.wordpress.com/category/para-kyai/'>Para Kyai</a>, <a href='http://vrans.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=269&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2011/04/25/as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/weber.jpg?w=204" medium="image">
			<media:title type="html">weber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karl Mark</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2011/04/24/karl-mark/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2011/04/24/karl-mark/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 11:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Para Kyai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Karl Mark lahir pada tahun 1818 di kota Thier, di perbatasan Jerman yang pada waktu itu adalah Prussia. Ayahnya seorang pengacara yahudi namun Ayahnya beberapa tahun kemudian berpindah agama menjadi Kristen Protestan. Padahal kota Thier seluruhnya Katholik, Kemungkinan hal tersebut dilakukan agar dia dapat menjadi pegawau negeri, tepatnya Notaris di Prussia yang berhaluan Prostetan. Ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=265&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/marx-2-e1303692309706.jpg"><img src="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/marx-2-e1303692309706.jpg?w=224&#038;h=300" alt="KH Karl Mark" title="marx-2" width="224" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-287" /></a><br />
Karl Mark lahir pada tahun 1818 di kota Thier, di perbatasan Jerman yang pada waktu itu adalah Prussia. Ayahnya seorang pengacara yahudi namun Ayahnya beberapa tahun kemudian berpindah agama menjadi Kristen Protestan. Padahal kota Thier seluruhnya Katholik, Kemungkinan hal tersebut dilakukan agar dia dapat menjadi pegawau negeri, tepatnya Notaris di Prussia yang berhaluan Prostetan. Ibu Mark menyusul berpindah agama 8 tahun kemudian. Begitu mudah Ayah Karl Mark berpindah agama itu sebabnya KarlMark begitu tidak meminati agama.</p>
<p>Sesudah lulus dari Gymnasium di Thier ayahnya menyuruh Kark studi hukum, agar anaknya dapat mengikuti kariernya sebagai notaris. Namun Karl sendiri tidak berminat dia lebih memilih menjadi penyair, Itu sebabnya selama di Bonn dia hanya menghabiskan kiriman uang ayahnya,Kemudian tanpa menunggu ijin ayahnya Karl Pindah ke Berlin dan mulai belajar filsafat.</p>
<p>Situasi politik di Prussia pada wakut itu semakin reaksioner , undang-undang dasar sesudah Napoleon menjadikan banyak kebebasan di hapuskan, pers dibatasi, guru-guru besar di Universitas di awasi dengan ketat, dan kalau terlalu liberial ditahan.</p>
<p>Waktu Mark di Berlin “filsafat” diberlin sama artinya dengan filsafat Hegel yang baru beberapa tahun meninggal, Hegel menjadi profesor di Berlin dari yahun 1818 sampai wafatnya tahun 1831, Ia termasyur karena filsafat politiknya, yang menempatkan rasionalitas sebagai nilai tertinggi.<br />
Di Berlin pada waktu itu terdapat sebuah kelompok orang intelek muda yang kritis dan radikal yang menamakan diri Klub para Doktor. Meskipun baru semester 2 mark masuk dalam golongan itu dan menjadi anggota yang paling radikal.  Kelompok itu memakai filsafat Hegel sebagai alat kritik untuk kelolotan negara Prussia. Karena itu mereka disebut “Kaum Hegelian Muda”. Berdasarkan interprestasi Hegel itu Klub Doktor tidak hanya mengkritik antibelarisme negara tapi juga menentang pengaruh agama (protestan) di Prussia.</p>
<p>Pada tahun 1841 Mark dipromosikan menjadi Doktor filsafat oleh Universitas Jena berdasarkan sebuah Disertasi tentang filsafat Demokritos dan Epiquros. Ia amat sangat terkesan oleh Hegel, yang dicita-citakannya adalah Kemerdekaan dan agar kemerdekaan diwujudkan secara nyata, filsafat harus menjadi kekuatan praktis dan revisoner.</p>
<p>Setelah lulus promosi, Mark pindah ke Koln dan menjadi pemimpin redaksi harian Die Reisnische Zitung, sebuah koran liberial-progresif. Karena mendapatkan kesulitan terus menerus dari sensor pemerintah Prussia, Mark terpaksa melepaskan jabatannya tahun 1843 (namun koranya tetap dilarang) dan pindah ke Paris. Ia menikah dengan Jenni Von whespallen putri seorang bangsawan.</p>
<p>Karl Mark telah membaca karya utama Ludwiq Feurbach The Essense of Chirtianity, dimana filsafat Feurbach mempengaruhi pikiran Mark secara mendalam. Feurbach dirasakan membuka matanya mengapa Hegel tidak turun dari dataran murni teoretis. Filsafat Hegel sendiri adalah ungkapan suatu keterasingan manusia dari dirinya sendiri.</p>
<p>Di Paris Karl Mark bertemu dengan tokoh-tokoh sosialis baik Perancis seperti Prodoun maupun pelarian dari Jerman. Ia bertemu dengan fredrich Engels yang menjadi teman karipnya selama hidupnya.</p>
<p>Pada permulaan tahun 1845, Mark terpaksa sudah meninggalkan paris dan pindah ke Brussel karena ia diusir oleh pemerintah perancis karena permintaan pemerintah Prussia. 3 tahun kemudian pada awal Revolusi yang menyapu Eropa selama tahun 1848, Mark dengan keluarganya diusir dari Belgia dan pindah ke London dimana ia akan tinggal samapai akhir hidupnya.</p>
<p>Pada tahun 1938 di Moskow diterbitkan sebuah buku setebal 1000 halaman dengan judul  Grundrisse (Feundations of the critique of Polical Economy). Grunduisse sekiranya ditulis oleh Mark pada tahun 1858 dan cukup menarik karena pandangan-pandangannya , misalnay tentang otomatisasi, yang tidak sesuai dengan nilai lebih Mark sendiri kemudian tidak muncul lagi. Pada tahun 1859 terbitlah buku A Contribution of The crituque of Political economy) yang sekarang dibaca karena prakatanya rumusan paling ringkas dan jelas tentang materilias sejarah.</p>
<p>Akhirnya pada tahun 1867 terbitlah buku pertama dari karya utama Mark yang dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran ramalan tentang kehancuran kapitalisme dan keniscayaan sosialisme. Meskipun Das kapital mengecewakan banyak teman Mark dianggap terlalu kering dan tidak jelas makdusnya, namum Mark semakin dikenal dikalangan para pemimpin gerakan buruh eropa.</p>
<p>Pada tahun 1864 wakil-wakil berbagai partai buruh nasional telah mendirikan asosiasi Buruh Nasional, Pertama Mark turut di dewan pimpinan. Karl Mark kurang beruntung dalam kehidupan pribadinya, Walaupun kehidupan keluarganya dengan istrinya cukup bahagia, namun mereka terus-menerus didera kemelaratan, bahkan sering kurang makan. Salah satu anaknya mati karena kurang makan dan isterinya sering bereaksi histeris. Mark tidak memiliki pendapatan yang tetap dan tidak tahu bagaimana berurusan dengan uang. Hanya karena kiriman dari Engels (yang memili pabrik di tekstil di Manchester) mereka dapat bertahan.</p>
<p>Apalagi Mark suka bersikap otoriter dan suka menyinggung perasaan orang lain, terutama rekan-rekan sosialisnya. Siapa yang tidak tunduk pada kepemimpinan teroretisnya akan diserang dengan gaya menghina. Karena itu hubungan dengan semua temanseperjuangannya ambruk. Hanya persahabatan dengan Engels dia tetap bertahan. sejak tahun 1860 Engels mampu menyediakan kiriman uang bulanan tetap bagi Mark. Sehingga selama 29 tahun terakhir keluarga Mark relatif terbebas dari kesulitan ekonomi. Tahun-tahun terakhirnya</p>
<br />Filed under: <a href='http://vrans.wordpress.com/category/para-kyai/'>Para Kyai</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=265&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2011/04/24/karl-mark/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2011/04/marx-2-e1303692309706.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">marx-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Cinta</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/15/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/15/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 17:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[dia berjalan menuju titik semu… rambut gemulainya hitam membahana langit, menutup para awan yang yang kukarang dan kutulis… cinta itu diam, sepi, sayup… tapi ia tak membuatmu kesepian, dia bernafas menghirup sepimu dan menukarnya dengan senyum manis &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- Langit selalu setia menemani bumi Begitupun bintang – bintang yang tak pernah berkedip Untuk mengamati malam Janji [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=248&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dia berjalan menuju titik semu…<br />
rambut gemulainya hitam membahana langit,<br />
menutup para awan yang yang kukarang dan kutulis…</p>
<p>cinta itu diam, sepi, sayup…<br />
tapi ia tak membuatmu kesepian,<br />
dia bernafas menghirup sepimu<br />
dan menukarnya dengan senyum manis</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>    Langit selalu setia menemani bumi<br />
    Begitupun bintang – bintang yang tak pernah berkedip<br />
    Untuk mengamati malam<br />
    Janji tetap sebuah janji<br />
    Sayang tetap sayang<br />
    Begitupun cinta tetap cinta<br />
    Takkan pernah berpaling rasa<br />
    Walau seribu wajah menawarkan keindahan</p>
<p>    Detik demi detik<br />
    Menit demi menit<br />
    Sampai hari demi hari<br />
    Tak lupa ku hitung bersama penantianmu<br />
    Sampai purnama tiba<br />
    Ku akan datang<br />
    Bersama syair cinta yang terdalam</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>dia datang padaku<br />
seolah melebarkan sayap nya untuk ku<br />
tapi sayap itu ternyata bukan untuk ku<br />
ku berlari berharap temukan<br />
sayap baru<br />
tapi sayap itu bukan pula untuk ku<br />
berkali_kali ku mencari sayap pelindung<br />
ternyata tidak sekuat sayap mu<br />
tak sekuat sayap cinta mu<br />
yang pernah beriku senyuman dalam setiap hari-hari ku<br />
tapi<br />
memang benar<br />
sayap mu bukan untuk ku<br />
kini ku mencoba terbang tanpa sayap tanpa penyangga<br />
namun aku rapuh<br />
rapuh<br />
manunggu sayap itu kembali padaku<br />
tidak mingkin seperti itu<br />
oh cinta<br />
kapan sayap mu datang padaku?<br />
ku menunggu sayap itu sampai rapuh<br />
sampai nafas ini terhenti<br />
semua untuk mu<br />
kutunggusampai ku mati<br />
sampai detik itu menyambut kedatangan ku<br />
meski ku tau tak mungkin bagiku miliki sayap mu<br />
meski hanya sekedar berlindung</p>
<p>cinta ini untuk mu</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Mencintai bukan bagaimana kamu melupakan</p>
<p>tapi bagaimana kamu memaafkan</p>
<p>Bukan apa yang kamu dengar dan kamu liat</p>
<p>Tapi apa yang kamu rasakan</p>
<p>Bukan bagaimana kamu melepaskan</p>
<p>Tapi bagaimana kamu bertahan…………………</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Terbuai hawamu harum tempias air bunga<br />
Setitik saja tiada bersisa untuk ku sentuh dingin hangatnya<br />
Sejerih apa upaya lagi<br />
Sampai harus kutunggu selama masa</p>
<p>Kerinduan hati tersayat sepi mencabik mimpi<br />
Akankah embun kasih membasuh debu hati terdahaga<br />
Serindu apa hati ini lagi<br />
Sampai harus kubasuh sejuta kali</p>
<p>Menghanyutkan aku tanpa sempat menggapai<br />
setangkai onak di dahan kering<br />
Ibarat tajur tertanam di tanah lembut</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=248&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/15/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORnament</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/15/ornament/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/15/ornament/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 17:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[From My Camera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Posted in From My Camera<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=236&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/01_kang_sok_ling_cover_2.jpg?w=500&#038;h=375" alt="01_Kang_Sok_Ling_cover_2" title="01_Kang_Sok_Ling_cover_2" width="500" height="375" class="aligncenter size-full wp-image-242" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<img src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/66183117891710441.jpg?w=450&#038;h=451" alt="66183,1178917104,4" title="66183,1178917104,4" width="450" height="451" class="aligncenter size-full wp-image-243" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<img src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/58074117197668861.jpg?w=342&#038;h=470" alt="58074,1171976688,6" title="58074,1171976688,6" width="342" height="470" class="aligncenter size-full wp-image-244" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<img src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/59849116605040021.jpg?w=381&#038;h=470" alt="59849,1166050400,2" title="59849,1166050400,2" width="381" height="470" class="aligncenter size-full wp-image-245" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<img src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/2006accessoriestile.gif?w=500&#038;h=510" alt="2006AccessoriesTile" title="2006AccessoriesTile" width="500" height="510" class="aligncenter size-full wp-image-246" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<br />Posted in From My Camera  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=236&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/15/ornament/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/01_kang_sok_ling_cover_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">01_Kang_Sok_Ling_cover_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/66183117891710441.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">66183,1178917104,4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/58074117197668861.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">58074,1171976688,6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/59849116605040021.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">59849,1166050400,2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/2006accessoriestile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">2006AccessoriesTile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>uleman boso jawi</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/10/uleman-boso-jawi/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/10/uleman-boso-jawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 07:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/2009/10/10/uleman-boso-jawi/</guid>
		<description><![CDATA[1. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Kanthi nyuwun rohmat soho ridhoning Gusti Allah SWT.Kawulo sekeluarga ngaturi rawuh dumateng panjenengan benjang ing : Dinten : Jumat Tanggal : 03 April 2009 Wekdal : 19.00 WIB (Ba’da Isya’) Panggenan : Griyanipun Bpk.Suparno RT 04 RW 01 Hajat : Tahlilan mengeti 3 dinten sedanipun Ibu Sumijati Ing wasono kawula ngaturaken gunging [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=234&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.</p>
<p>Assalamu’alaikum Wr.Wb.</p>
<p>Kanthi nyuwun rohmat soho ridhoning Gusti Allah SWT.Kawulo sekeluarga ngaturi rawuh dumateng panjenengan benjang ing :</p>
<p>Dinten : Jumat</p>
<p>Tanggal : 03 April 2009</p>
<p>Wekdal : 19.00 WIB (Ba’da Isya’)</p>
<p>Panggenan : Griyanipun Bpk.Suparno RT 04 RW 01</p>
<p>Hajat : Tahlilan mengeti 3 dinten sedanipun Ibu Sumijati</p>
<p>Ing wasono kawula ngaturaken gunging panuwun kanti panjurung pandongo mugi-mugi rawuh panjenengan kecatet dados amal kesaenan lan pikantuk piwelas saking Gusti Allah SWT.Amin Ya robbal Alamin.</p>
<p>Jazaa’ Kumullahu Ahsanal Jaza’.. </p>
<p>2.   </p>
<p>Assalaamu’alaikum wa rahmatuLlahi wa barakaatuh</p>
<p>Nuwun hawiyosipun serat punika sesulihing badan kawula sowan wonten ing ngarsa panjenengan sekaliyan. Mbok bilih Gusti Allah angganjar wilujeng ing samudayanipun, kita badhe gadhah niat ningkahaken yoga kita ingkang nami</p>
<p>Ratih Putri Pratiwi<br />
(putrinipun bapak lan ibu Boediono)</p>
<p>pikantuk</p>
<p>Yudhista Aditya Prastowo<br />
(putranipun bapak lan ibu Soewadjie)</p>
<p>Ugi hangajab rawuhipun para sutresna,<br />
hangestreni khajat nikah ingkang bade rinakit wonten ing<br />
Jl. LA. Sucipto 338f Malang – Jawi Wetan<br />
Lumadi hing dinten<br />
Jemuah Kliwon kaleres tanggal 29 Desember 2006<br />
wekdal tabuh kaping 16.00 WIB.<br />
Mbok menawi panjenengan sekaliyan dhangan ing penggalih sarta mboten wonten alangan saktunggal punapa, kita aturi anyekseni lan angrawuhi kajat lan niat kita kasebat ing nginggil punika. Awit saking rawuhipun para sutresna, keparenga kita nelakaken gunging panuwun.</p>
<p>Cekap semanten atur serat ulem punika.<br />
Tuhu langgeng trisno.</p>
<p>Akad nikah rinakit wonten ing dinten lan papan sami, jam 09.00 WIB</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=234&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/10/uleman-boso-jawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>7 pintu Mauk Neraka</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/03/7-pintu-mauk-neraka/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/03/7-pintu-mauk-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 00:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)&#8221; (Qs al Hijr :44) Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: &#8220;Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=208&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)&#8221; (Qs al Hijr :44)</p>
<p>Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: &#8220;Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:</p>
<p>1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.<br />
2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah.<br />
3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api).<br />
4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api.<br />
5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi.<br />
6. Sa&#8217;ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir.</p>
<p>Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saww maminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: &#8220;Pintu ini untuk umatmu yang angkuh&#8221;; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka.</p>
<p>Lalu, Nabi saw mengangkat kepalanya dan begitu sedih, sampai beliau pingsan. Ketika siuman beliau berkata: &#8220;Wahai jibril, sesunggguhnya engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat. Akankah umatku masuk Neraka?&#8221;</p>
<p>Kemudian Nabi saw mulai menangis. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: &#8220;Mengapa beliau begitu berduka?&#8221; Namun beliau tidak menjawab.</p>
<p>Saat itu, Imam Ali as sedang pergi melaksanakan satu misi, maka para sahabat pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita syurga, Sayyidah Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan pada saat itu Sayyidah Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat &#8220;Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal&#8221; (al-A&#8217;la:17). Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saww). Setelah mendengar semua itu, Sayyidah Fatimah as bangkit lalu mengenakan jubahnya (cadur) yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. Salman al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Sayyidah Fathimah as, lalu berkata: &#8221; Aduhai! Sementara putri-putri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgasana emas, putri Nabi ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai&#8221;.</p>
<p>Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan sang ayah, Ia melihat keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para sahabatnya, kemudian ia berkata: &#8220;Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah kami, pada waktu siang kami memberi makan unta-unta dan pada waktu malam kami beristirahat, anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma. Nabi berpaling ke arah Salman dan berkata &#8220;Apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?&#8221;<br />
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat -karena tangisan yang tidak terhenti- wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang di ceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah menjadi basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, &#8220;Mengapa Ayahanda menangis?&#8221; Nabi saww menjawab, &#8220;Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu, dan pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah ada tujuh puluh ribu peti mati dari api, dan setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab&#8221;.</p>
<p>Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau berseru, &#8220;Sesungguhnya orang yang dimasukkan kedalam api ini pasti menemui ajal&#8221;. Setelah mengatakan ini beliau pingsan. Ketika siuman, beliau as berkata, &#8220;Wahai yang terbaik dari segala mahluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu?&#8221; Nabi saww menjawab, &#8220;Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.</p>
<p>Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saww menangis dan meratap, &#8220;Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit&#8221;. Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, &#8220;Aduhai seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini&#8221;, Ammar bin Yasir berkata, &#8220;Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab&#8221;. Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu, Salman menjawab, &#8220;Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).</p>
<p>Maha adil Allah, begitu demokratisnya memberikan kebebasan pada manusia untuk memilih.. antara iman &amp; kufur, dengan tanpa ada paksaan &#8221; laa ikrooha fiddin..&#8221;.</p>
<p>Akhirnya pilihan yang kita ambil, mendapatkan konsekuensi adil dari dzat yang maha adil. Jalan menuju sorga berliku nan mendaki tapi saat sampai tujuan, maka akan mendapatkan keindahan yang &#8220;tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, tidak dapat dibayangkan oleh hati. Sedangkan jalan menuju neraka, indah mempesona..akhirnya sampai pada kondisi yang mengerikan..</p>
<br />Posted in Artikel Islam  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=208&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/03/7-pintu-mauk-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Batu Karst : terluas ketiga di dunia</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/03/hutan-batu-karst-terluas-ketiga-di-dunia/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/03/hutan-batu-karst-terluas-ketiga-di-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 00:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Di lautan asmara gelombang rindu menyapu Posted in Knowledge<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=203&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di lautan asmara gelombang rindu menyapu</p>
<br />Posted in Knowledge  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=203&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/03/hutan-batu-karst-terluas-ketiga-di-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tinjauan Dakwah Nabi</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/02/tinjauan-dakwah-nabi/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/02/tinjauan-dakwah-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 17:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Sebelum lebih jauh membahas tentang sejarah dakwah para nabi dan rasul Allah Swt, sedikit akan dikemukakan pembahasan sebelumnya yaitu fiqh dakwah. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fiqh dakwah adalah menelusuri dan mendalami Sejarah Dakwah, sebab-sebab berdakwah, Rukun-rukun Dakwah, Tujuan yang hendak dicapai, methode dan sarana yang dipergunakan, dan menilai hasil-hasil yang telah dicapai. Keseluruhannya harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=196&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><span style="color:#0000ff;">Pendahuluan</span><br />
Sebelum lebih jauh membahas tentang sejarah dakwah para nabi dan rasul Allah Swt, sedikit akan dikemukakan pembahasan sebelumnya yaitu fiqh dakwah. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa fiqh dakwah adalah menelusuri dan mendalami Sejarah Dakwah, sebab-sebab berdakwah, Rukun-rukun Dakwah, Tujuan yang hendak dicapai, methode dan sarana yang dipergunakan, dan menilai hasil-hasil yang telah dicapai. Keseluruhannya harus difahami secara benar oleh setiap mukmin, sehingga mereka diharapkan mampu menjalankan kewajiban ini secara maksimal. Tentunya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.<br />
Berkaitan dengan pemahaman tentang fiqh dakwah di atas, maka perlu kiranya dibahas tentang sejarah dakwah. Pemahaman sejarah dakwah pada pembahasan kali ini adalah untuk mengetahui proses awal dan sejak kapan dakwah itu diwajibkan atas setiap muslim.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Akar Misi Dakwah</span><br />
Misi dakwah dalam pengertian mengajak kepada jalan Allah Swt atau menyeru kepada ketaatan kepada Khalik, sesungguhnya sudah ada sejak adanya manusia di muka bumi ini. Paling tidak bisa dilihat dari proses awal penciptaan Adam sebagai Dai pertama Allah Swt di muka bumi.<br />
Mengenai hal ini, Allah Swt telah mengabadikan sejarahnya dalam Al-quran dalam surat al-Baqarah ayat 33 yang berbunyi :</p>
<p>“Allah Swt berfirman; Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini” (QS. Al-Baqarah: 33)<br />
Dalam ayat lain Allah Swt berfirman:<br />
“kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah Swt menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Swt Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Baqarah: 37)<br />
Pada surat Al-Baqarah ayat 37 terdapat kalimat “beberapa kalimat” yang diterima Adam, dalam hal ini ada beberapa penafsiran dari para ulama, diantaranya menyatakan bahwa kalimat tersebut mengandung makna Amanat yang ditawarkan kepada langit, bumi dan gunung. Sebahagian yang lain menyatakan bahwa itu adalah kata-kata taubat dari Adam “Tuhan kami, sesungguhnya kami telah berlaku zalim terhadap diri kami sendiri”.<br />
Lebih jauh dapat dilihat dalam al-quran ayat-ayat yang berbicara tentang Adam, di antaranya dalam QS. Thaha: 115, Qs. Thaha 117. semua ayat-ayat tersebut mengandung pemahaman bahwa Allah Swt telah menggariskan halal dan haram, dan ketaatan kepada Allah Swt. Hal ini berarti bahwa adam sebagai Bapak Manusia juga mengemban titah kenabian, oleh karena itulah maka dikatakan bahwa awal mulanya Misi Dakwah sudah ada sejak adanya Adam.</p>
<p>Akar Dakwah Para Nabi dan Rasul Allah Swt dalam Al-Quran.<br />
Nabi dan Rasul adalah manusia terpilih yang ditentukan oleh Allah Swt dan dijadikan penyeru oleh Allah Swt bagi manusia untuk tunduk dan patuh terhadap-Nya. Semua hal itu tidaklah diragukan bagi mereka yang beriman, dan juga tidak diragukan lagi bagi mereka yang mengetahui sejarah manusia di atas muka bumi ini dengan benar.<br />
Misi dakwah yang dibawa oleh para nabi dan rasul pada prinsipnya terbagi pada dua hal utama, yaitu:<br />
a.	Dakwah kepada umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah Swt sebagai mana yang telah ditentukan oleh syariat<br />
b. Dan dakwah kepada umat manusia untuk meninggalkan beribadah kepada selain Allah Swt atau meninggalkan segala pelanggaran dan pembangkangan terhadap syariat Allah Swt<br />
Al-quran telah banyak bercerita tentang para nabi dan rasul, di dalamnya ditegaskan bahwa mereka adalah juru dakwah kepada Allah Swt, bahkan juga dijelaskan pula jangkauan dan segala sarana yang dipergunakan dalam berdakwah tersebut.<br />
Demikian juga halnya dengan para Rasul, Allah Swt mengutus mereka sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, hal ini ditegaskan oleh Allah Swt dalam al-quran:</p>
<p>“(mereka Kami utus} selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah Swt sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. An-Nisa’: 165)</p>
<p>Dakwah Ulul Azmi; Nabi Nuh As<br />
Dalam fakta sejarah dakwah banyak terdapat tokoh-tokoh yang sangat cemerlang, dimana hal itu di kukuhkan dalam al-quran yang menegaskan mereka sebagai “ulul Azmi” di antara para Rasul, yaitu; Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad Saw.<br />
Mereka adalah para rasul yang telah diukir nama besarnya dalam sejarah dakwah dan mereka juga dijadikan tokoh teladan dalam gerakan dakwah. Oleh karena itu perlu diketahui bagaiman missi dakwah yang mereka lakukan ketika itu.<br />
Pada tulisan ini tidak akan dibahas secara terperinci bagaimana perjuangan nabi Nuh As dalam mengemban misi dakwah, namun yang perlu diketahui adalah bagaimana keistimewaan beliau dalam menyeru umat kejalan Allah Swt.<br />
Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Nuh As adalah menyeru manusia untuk beriman kepada Allah Swt, dan penolakannya terhadap patung-patung yang dibuat sebagai sesembahan oleh kaumnya, perjuangan ini berlangsung kurang lebih 950 tahun lamanya, dan hal yang paling mengejutkan adalah proses lama perjuangan itu hanya menghasilkan sedikit sekali umat yang tunduk hanya kepada Allah Swt. Sebahagian yang lain larut dalam kemaksiatan dan tenggelam dalam kebathilan.<br />
Bilangan yang sedikit beriman tersebut diselamatkan oleh Allah swt di kapal nabi Nuh, sementara yang lainnya ditenggelamkan-Nya. Hal ini terjadi karena kekafiran yang mereka lakukan, dan nabi Nuh berdoa kepada Allah agar bumi dibersihkan dari orang-orang kafir, khawatir akan kebathilan yang telah dilakukan umatnya akan melahirkan kebatilan-kebatilan berikutnya. Doa nabi Nuh As ini diabadikan dalam QS. Nuh: 26-27.<br />
Kecemerlangan dakwah nabi Nuh As bisa dijadikan mercusuar bagi para dai untuk melakukan misi dakwah dan memetik hikmanya, diantara pelakjaran tersebut adalah:<br />
1. Pentingnya kesungguhan dalam menyampaikan dakwah berjuang secara total, mengerahkan segala daya upaya, meskipun banyak rintangan yang dihadapi. Oleh karena itu, dalam berdakwah tidak boleh putus asa, bosan atau menyerah. (Qs. Hud: 36)<br />
2. Pentingnya variasi dakwah dengan jurus yang berbeda, dalam al-quran diterangkan variasi dakwah nabi Nuh As, semula secara diam-diam, kemudian juga terang-terangan. (QS. Nuh: 5-9, lihat juga surat Nuh secara keseluruhan)<br />
3. Pentingnya berdialog dan bila perlu berdebat, agar objek dakwah mampu memahami karunia Allah yang Maha Besar. (QS. Hud: 32-33)<br />
4. Tidak perlu terlalu menghitung dengan target tertentu, sebab keberhasilan menyeru manusia kejalan Allah Swt juga ditentukan oleh faktor X, yaitu kehendak Allah Swt. Keberhasilan dakwah bukan kuantitas semata, tetapi kualitas lebih penting.<br />
5. Kebenaran akan mendapatkan perlawanan dari kebathilan, kebenaran akan selalu dilecehkan oleh penganggum kebatilan. (QS. Saba’: 34)<br />
6. Peran dakwah yang dilakukan oleh seseorang akan mendapatkan ujian dari Allah Swt, kadang ujian itu mengenai orang yang paling dekat. Dalam kisah Nuh dapat dilihat ujian itu dari orang yang paling dicintainya. Jika itu terjadi, maka da’I harus bersabar dan bertawakkal, dan tidak boleh menyerah.</p>
</div>
<br />Posted in Dakwah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=196&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/02/tinjauan-dakwah-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesorah</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/sesorah/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/sesorah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 16:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Boso Jawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Sesorah utawi Pidato saged ugi sinebat Tanggap Wacana. Dene werdinipun Sesorah, inggih punika ngendika wonten sangajengipun tiyang kathah. Langkung gamblangipun wedharipun pangandikan kasebat, anggadhahi ancas utawi tujuan ingkang gumathok. Dene ingkang dipun wastani tiyang kathah, inggih punika boten wonten watesipun, inggih kinten-kinten langkung saking sedasa tiyang. Menawi badhe ngersaaken, monggo pun pendet wonten ing ngandap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=191&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color:#ff0000;">Sesorah utawi Pidato </span></h4>
<p>saged ugi sinebat Tanggap Wacana. Dene werdinipun Sesorah, inggih punika ngendika wonten sangajengipun tiyang kathah. Langkung gamblangipun wedharipun pangandikan kasebat, anggadhahi ancas utawi tujuan ingkang gumathok.  Dene ingkang dipun wastani tiyang kathah, inggih punika boten wonten watesipun, inggih kinten-kinten langkung saking sedasa tiyang. Menawi badhe ngersaaken, monggo pun pendet wonten ing ngandap puniko.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3676881/Sesorah.pdf.html" target="_blank">Download</a></p>
<br />Posted in Boso Jawi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=191&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/sesorah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Suramadu</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/jembatan-suramadu/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/jembatan-suramadu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[From My Camera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Posted in From My Camera<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=187&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-186" title="serasa_us" src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/serasa_us.jpg?w=500&#038;h=335" alt="serasa_us" width="500" height="335" /></p>
<br />Posted in From My Camera  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=187&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/jembatan-suramadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/serasa_us.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">serasa_us</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menara Lumpia, Semarang</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/menara-lumpia-semarang/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/menara-lumpia-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[From My Camera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Posted in From My Camera<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=182&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-183" title="serasa_china" src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/serasa_china.jpg?w=500&#038;h=375" alt="serasa_china" width="500" height="375" /></p>
<br />Posted in From My Camera  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=182&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/menara-lumpia-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/serasa_china.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">serasa_china</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>serasa Di eropa</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/serasa-di-eropa/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/serasa-di-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 15:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[From My Camera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Posted in From My Camera<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=179&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2404199"><img class="alignleft size-full wp-image-180" title="20inwo" src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/20inwo.jpg?w=428&#038;h=639" alt="20inwo" width="428" height="639" /></a></p>
<br />Posted in From My Camera  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=179&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/10/01/serasa-di-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/10/20inwo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">20inwo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Myabi</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/09/30/myabi/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/09/30/myabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 17:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artizz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Calon permaisuri &#8230;, hehe Posted in Artizz<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=174&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Calon permaisuri &#8230;, hehe</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-175" title="10130_1177125881401_1625751697_483243_7673032_n" src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/09/10130_1177125881401_1625751697_483243_7673032_n.jpg?w=500&#038;h=375" alt="10130_1177125881401_1625751697_483243_7673032_n" width="500" height="375" /></p>
<br />Posted in Artizz  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=174&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/09/30/myabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/09/10130_1177125881401_1625751697_483243_7673032_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10130_1177125881401_1625751697_483243_7673032_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sticker</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/09/27/sticker/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/09/27/sticker/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 13:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[habis jalan2 muterÂ  jogja cuapek juga, mampir bentar dibawah phon beringin sambil buka tanktop trus otak atik corel. eh malah dapet beginian &#8230; Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=134&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>habis jalan2 muterÂ  jogja cuapek juga,</p>
<p>mampir bentar dibawah phon beringin sambil buka tanktop trus otak atik corel.</p>
<p>eh malah dapet beginian &#8230;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-135" title="IKS Unite2" src="http://vrans.files.wordpress.com/2009/09/iks-unite22.jpg?w=500&#038;h=198" alt="IKS Unite2" width="500" height="198" /></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=134&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/09/27/sticker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vrans.files.wordpress.com/2009/09/iks-unite22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IKS Unite2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>We will not go down</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2009/03/21/75/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2009/03/21/75/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 14:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/2009/03/21/we-will-not-go-down/</guid>
		<description><![CDATA[A blinding flash of white light Lit up the sky over Gaza tonight People running for cover Not knowing whether theyâ€™re dead or alive They came with their tanks and their planes With ravaging fiery flames And nothing remains Just a voice rising up in the smoky haze We will not go down In the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=75&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff6600;">A blinding flash of white light<br />
Lit up the sky over Gaza tonight<br />
People running for cover<br />
Not knowing whether theyâ€™re dead or alive</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">They came with their tanks and their planes<br />
With ravaging fiery flames<br />
And nothing remains<br />
Just a voice rising up in the smoky haze</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">We will not go down<br />
In the night, without a fight<br />
You can burn up our mosques and our homes and our schools<br />
But our spirit will never die<br />
We will not go down<br />
In Gaza tonight</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Women and children alike<br />
Murdered and massacred night after night<br />
While the so-called leaders of countries afar<br />
Debated on whoâ€™s wrong or right</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">But their powerless words were in vain<br />
And the bombs fell down like acid rain<br />
But through the tears and the blood and the pain<br />
You can still hear that voice through the smoky haze</span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">We will not go down<br />
In the night, without a fight<br />
You can burn up our mosques and our homes and our schools<br />
But our spirit will never die<br />
We will not go down<br />
In Gaza tonight</span></p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=75&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2009/03/21/75/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Jin Di Rumah Mewah</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/ada-jin-di-rumah-mewah/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/ada-jin-di-rumah-mewah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Pasangan muda suami istri Bambang dan Siska sedang bermain golf di sebuah lapangan yang dikelilingi oleh perumahan mewah. Rata-rata harga rumah di kawasan itu 5 milyar rupiah. &#8220;Sis, ati-ati kalo mukul bola, jangan sampai kena kaca rumah orang. Kita bisa bangkrut kalau harus mengganti kaca rumah mewah di sekitar sini,&#8221; kata Bambang. Tapi malang, ayunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=29&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasangan muda suami istri Bambang dan Siska sedang bermain golf di sebuah lapangan yang dikelilingi oleh perumahan mewah. Rata-rata harga rumah di kawasan itu 5 milyar rupiah.</p>
<p>&#8220;Sis, ati-ati kalo mukul bola, jangan sampai kena kaca rumah orang. Kita bisa bangkrut kalau harus mengganti kaca rumah mewah di sekitar sini,&#8221; kata Bambang. Tapi malang, ayunan stick Siska yang kuat ternyata tidak terarah dengan baik dan akhirnya &#8230;praaanggg!!!!!&#8230;.bola golf itu mengenai kaca rumah paling mewah di dekat situ.</p>
<p>Bambang dan Siska berlari-lari ke arah rumah mewah tersebut. Mereka terkejut ketika sampai di pintu ruang tamu. Tidak hanya kaca-kaca yang berserakan, pot-pot keramik Cina dan vas bunga juga pecah.</p>
<p>&#8220;Aduuuh&#8230;maaf Pak, istri saya nggak sengaja,&#8221; kata Bambang kepada seorang Bapak yang tampak duduk dengan tenang.</p>
<p>&#8220;Nggak apa-apa,&#8221; kata Bapak itu. &#8220;Saya seharusnya berterima kasih pada anda berdua karena telah membebaskan saya dari belenggu vas bunga kuno buatan Cina itu. Saya sebenarnya adalah jin. Nah, sebagai ucapan terima kasih,saya akan meluluskan tiga permintaan. Satu untuk anda, satu untuk istri anda, dan satu lagi untuk saya sendiri,&#8221; ujar Bapak itu dengan mimik serius dan berwibawa.</p>
<p>&#8220;Apa permintaan anda?&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Saya ingin rekening saya setiap bulan terisi 1 milyar rupiah, sepanjang hidup saya,&#8221; pinta Bambang.<br />
&#8220;Bimsalabim&#8230;sudah terlaksana! Silakan cek rekening anda mulai bulan depan,&#8221; kata Bapak itu.</p>
<p>&#8220;Dan apa permintaan anda, nona cantik?&#8221; tanya Bapak itu pada Siska.<br />
&#8220;Saya minta mobil dan perhiasan paling mewah yang ada di muka bumi,&#8221; katanya. &#8220;Bimsalabim&#8230;.sudah terlaksana juga! Bisa dilihat mulai besok pagi,&#8221; kata Bapak itu lagi.</p>
<p>Bambang dan Siska girang bukan main.<br />
&#8220;Lalu, permintaan Bapak Jin sendiri apa?&#8221; tanya Bambang penasaran.</p>
<p>&#8220;Begini&#8230;ehm&#8230;saya ingin bercinta sepanjang hari ini bersama istri anda,&#8221; jawab Bapak itu. Bambang dan Siska terkejut bukan main. Tapi karena jin itu sudah bermurah hati memberikan mereka segalanya, maka Bambang mengijinkan Siska menemani jin tersebut.</p>
<p>Singkat cerita, mulai pagi itu hingga sore harinya, Siska harus melayani kebutuhan seks Bapak Jin. Menjelang malam, Bapak itu mengijinkan Siska pulang. &#8220;Terima kasih, kamu hebat sekali,&#8221; katanya sambil mengedipkan mata.</p>
<p>&#8220;Ngomong-ngomong, berapa usia kamu dan suami kamu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya 25 tahun, Pak,&#8221; kata Siska.</p>
<p>&#8220;Hah, 25 tahun? Umur 25 tahun kok masih percaya sama jin sih?&#8221; kata Bapak itu.</p>
<p>***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=29&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/ada-jin-di-rumah-mewah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disini sepi kusendiri</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/disini-sepi-kusendiri/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/disini-sepi-kusendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Ku cari bayang mu di ujung senja namun ta` jua bisa ku temui Ku cari teduh mata mu di indahnya mimpiku namun ta` jua kau mau hadir Aku lelah karena gundahku sendiri Aku ta` berdaya karena kau ragu tu ` tahu hatiku Aku semakin jauh karena ta` jua kau coba mengerti Adakah sama ?? Kini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=27&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ku cari bayang mu di ujung senja<br />
namun ta` jua bisa ku temui<br />
Ku cari teduh mata mu di indahnya mimpiku<br />
namun ta` jua kau mau hadir</p>
<p>Aku lelah karena gundahku sendiri<br />
Aku ta` berdaya karena kau ragu tu ` tahu hatiku<br />
Aku semakin jauh karena ta` jua kau coba mengerti</p>
<p>Adakah sama ??</p>
<p>Kini, &#8230;<br />
Aku ta` lagi kuasa untuk menatapmu walau hanya semusim<br />
Aku ta` lagi bisa berbisik tentang cintaku<br />
Atau sekedar bercerita tentang hatiku<br />
Karena semua makin nyata tu` berpaling</p>
<p>Adakah kau tahu&#8230;???</p>
<p>Duhai sang waktu,<br />
katakan kau pun ta` lagi bisa mengingatku walau sejenak<br />
kau pun ta` lagi peduli tentang hati ini<br />
karena memang kau ta` ingin peduli<br />
aku kecewa???</p>
<p>Namun,<br />
Bahagia ku telah mengenalmu<br />
pernah jadikan dirimu bunga tidurku<br />
pernah inginkan hatimu walau hany di penghujung malam<br />
walau hanya impian dan asaku semusim&#8230;</p>
<p>Duhai sang cinta,..<br />
biarlah ku damba dirimu pada akhir yang kau mau<br />
untuk ku miliki dalam hatiku yang sesungguhnya rapuh<br />
untuk kau miliki dalam anganmu di penghujung gundah<br />
adakah kau mau&#8230;???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=27&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/disini-sepi-kusendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pada Rindang kamboja</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/pada-rindang-kamboja/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/pada-rindang-kamboja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[â€śPergi, dan jemputlah cahayamu!â€ť pada tiap pintu ia bertemu para penjaga yang selalu bertanya tentang sejarah, lalu memberinya selembar tiket untuk pulang dan istirah Saat kembali, ia menyaksi orang-orang telah menulis berbaris-baris puisi di sepanjang jalan tangan-tangan rindu melambai menggamitnya â€śSelamat siang bidadari. Hari ini gaun putihmu terlalu indah!â€ť Di sebuah taman ia pun berhenti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=25&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>â€śPergi, dan jemputlah cahayamu!â€ť</p>
<p>pada tiap pintu ia bertemu para penjaga yang selalu bertanya<br />
tentang sejarah, lalu memberinya selembar tiket untuk<br />
pulang dan istirah</p>
<p>Saat kembali, ia menyaksi orang-orang telah menulis<br />
berbaris-baris puisi di sepanjang jalan<br />
tangan-tangan rindu melambai menggamitnya</p>
<p>â€śSelamat siang bidadari. Hari ini gaun putihmu terlalu indah!â€ť</p>
<p>Di sebuah taman ia pun berhenti<br />
menyalami cericit jahil gelatik kecil yang riang bernyanyi<br />
â€śBulan kembali, pasang kembali<br />
Lihat, daun-daun merendah hati!â€ť<br />
sejenak ia menjamah setangkai mawar<br />
dan membawa wanginya ke bawah rindang kamboja</p>
<p>â€śPergilah, lalu kembalikan cahayamu!â€ť<br />
ia mendengar suara itu kembali dari sebuah ruang<br />
entah dimana<br />
tapi berjuta cerita di bening bola matanya<br />
dan semua itu untuk siapa?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=25&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/pada-rindang-kamboja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu Yang Selalu dihatiku</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/untukmu-yang-selalu-dihatiku/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/untukmu-yang-selalu-dihatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya Hati miliki pilihannya sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=23&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski sejenak bertemu, aku bahagia bisa kembali melihatmu<br />
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku</p>
<p>Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada<br />
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti</p>
<p>Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya<br />
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa mengatur segalanya</p>
<p>Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu<br />
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu<br />
Kukiraâ€¦ aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu<br />
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah<br />
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=23&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/untukmu-yang-selalu-dihatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta di Surga</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/cinta-di-surga/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/cinta-di-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[â€ťSelayaknya engkau tau Betapa kumencintaimu Ku terangkan Rasa ini padamu,, Biar kata mirip Buaya Bagiku Luna Maya Oâ€™O I love You Bibeh, Aku cinta kepadamu uuuu Cinta ini hanya untukimu&#8230; Untukmu&#8230; Bagus â€™ngggak? Tiba-tiba Phrazt duduk disampingku dan meletakkan gitarnya. Kami berdua duduk di bawah flamboyan di sudut sekolah. Aku dan Phrazt hanya menatap langit. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=20&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>â€ťSelayaknya engkau tau<br />
Betapa kumencintaimu<br />
Ku terangkan Rasa ini padamu,,</p>
<p>Biar kata mirip Buaya<br />
Bagiku Luna Maya Oâ€™O<br />
I love You Bibeh,</p>
<p>Aku cinta kepadamu uuuu<br />
Cinta ini hanya untukimu&#8230;<br />
Untukmu&#8230; </p>
<p>Bagus â€™ngggak? Tiba-tiba Phrazt duduk disampingku dan meletakkan gitarnya. Kami berdua duduk di bawah flamboyan di sudut<br />
sekolah. Aku dan Phrazt hanya menatap langit.<br />
â€¦. Rist, sebenarnya aku sayang kamuâ€¦.<br />
Kata- kata itu akhirnya dengan lembut teruntai dari bibir Phrazt cowok yang dari dulu aku sayangi. Dia menunduk.hatiku<br />
berdegup begitu kencangnya. Terlalu lama kutungggu kata-kata ini. Namun serasa tak tersisa daya di hatiku untuk menjawab.<br />
Hatiku terlalu bahagia hingga tak perlu lagi kumiliki yang lain .tak ingin kuberpaling dengan perasaaanku saat ini. Ingin<br />
kunikmati detik ini selamanya.<br />
Kutatap Phrazt dengan lembut. Wajahnya terlihat ragu dan penasaran dengan apa jawabanku. Matanya menatap<br />
terpatah-patah, dan kurasakan hatinya juga berdegup seirama dengan hatiku.<br />
Phrazt, sebenarnya aku juga &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Aaaaawww!!!!. Dik, Dik, Kamu kenapa?? Kamu gaâ€™papa â€™kan? Saat<br />
mata kubuka ternyata aku sudah ada dilantai dibawah tempat tidurku. Di depanku nampak kak Irfan sedang jongkok dan memegang<br />
dahiku. Kukumpulkan nyawaku yang berserakan dan kubuka mataku. Ah.. Ternyata Cuma mimpi&#8230;. dan aku segera melangkah to take<br />
a bath.</p>
<p>***</p>
<p>Pagi ini pelajaran kimia. Kebetulan pak SBY( Subiyanto) tidak masuk dan siswa Cuma disuruh mencatat. Tapi aku sudah punya materi jadi hanya nyantai sambil mendengarkan teman-teman ngerumpi. Aku masih belum bisa melupakan mimpiku tadi pagi.<br />
Rasaya Bahagia banget. Andai itu kenyataan. Oh,Betapa indahnya&#8230;. Tak terasa aku melamun Semakin jauh.<br />
â€ť Rist, Kamu masih inget Phrast? Ris?? !!!<br />
â€ť Oh kamu panggil aku? Apa Mel?<br />
Huuuu Dasar ABS ( Anak buah bu sujar). Kamu masih inget Phrazt â€™gak. Itu temen kita Smp yang cool banget. Besok Tanggal 17 Juli ultah lho&#8230;<br />
â€ť Phrazt?? Bkanya dia Sekolah Di Luar negeri???<br />
â€ť Kate Siape????Kate emak lo??? Gak jadi kok. Dulu rencana emang mau di mesir, Tapi Belum Jadi soalnya Ibunya sakit gak bisa ditinggal.<br />
â€ť Oh iya,,, Jadi selama ini dia masih di sini to&#8230; terus skolah dimana?<br />
â€ťStewa.. Ah gak penting. Gimana ne,,<br />
Aku terdiam. Ternyata orang yang aku sayangi belum pergi. Aku semakin tersiksa dengan perasaan ini. Kenapa cinta ini ada saat aku dan dia telah berpisah. Kenapa gak dari dulu. Pertanyan itu semakin membuat aku menyalahkan diriku sendiri. Tapi</p>
<p>Aku dan dia memang dari dulu hanya jadi musuh. Meskipun sedalam apa cintaku sama dia, tapi tetap saja dia tak mau tau. Ketemu saja dulu sadis. Tapi, tapi, tapi aku sayang sama dia. Dan hatiku â€™gakan mungkin untuk rang lain. Sementara dia,</p>
<p>Entahlah&#8230;..<br />
Perasaan ini semakin menyiksaku setiap detik menit jam dan sepanjang waktuku.<br />
â€ť Rist,, Temenin aku Yuk..<br />
â€ť Kemana???<br />
â€ť WS.<br />
â€ś Ngapain???<br />
â€ś Beli Kado Buat phrast. Di kan sohibku, jadi mesti kasih sesuatu. Ayo temenin&#8230;.<br />
â€ťYaudah dech, tapi nemenin aja ya&#8230;.<br />
Aku dan Amel Pergi Ke Sebuah Mall. Hampir setengah hari aku nyari. Aku lihat Kaos Blaster Coklat di sudut kiriku, aku jadi tertarik untuk ikutan Amel. Ya semoga dengan kado ini dia tau isi hatiku, pikirku dalam hati.<br />
Setelah selesai membungkus, lalu kutitipkan kadoku ke Amel.</p>
<p>***</p>
<p>Hampir 3 Minggu 17 juli berlalu, namun jangankan ucapan terima kasih. Kabar tentang diapun tak pernah kudengar.</p>
<p>Harapanku semakin pupus. Impian yang kurajut bertahun-tahun semakin memudar. Tapi kusadari lagi, apakah iya, Cinta tak harus</p>
<p>memiliki??? Apa iya Dia hanya akan menjadi kekasih sebelah hati sedang dia tak pernah mengerti apa dan bagaimana perasaan ini??? Entahlah&#8230;..<br />
Detik hingga menit pun telah berganti jam. Tetapi perasaanku tak pernah berubah. Untuk berharap, memikirkan dan menyayangi Phrazt dengan setulus hatiku. Hingga suatu hari aku dipertemukan dalam sebuah Temu Pelajar DIY. Aku tak menyangka kalau ternyata dia ada di situ. Dengan berat dan gemetar kucoba Kusapa dia,<br />
â€ť Hai, Phrazt.. kamu ikut Juga,<br />
â€ť Suka-Suka Gue Donk mau ikut atau â€™gak..<br />
â€ť O, Gitu. Sama Siapa Aja??<br />
â€ť Temen-temen.<br />
Dia segera bergegas dan pergi dari hadapanku. Aku senang, Namun harapanku semakin hancur. Apa iya aku seorang cewek terlalu berharap cinta Dia, sedang dia tak pernah tau, pikirku.<br />
Akhirnya kuputuskan untuk melupakannya, kutau hal ini takkan mungkin terjadi. Tapi setidaknya bisa mengurangi rasa tersiksaku. Begitulah kuteruskan hidupku dengan kehampaan.<br />
â€ť Assalamuâ€™alaikum<br />
â€ť Waâ€™alaikum salam, masuk Ndra. Da pa e?,<br />
â€ť gaâ€™da PR kan.<br />
â€ť Rist,<br />
â€ť Biasa aja lagi kaya dikejar setan. Ortuku lagi keluar kota ko, nyantai aja..<br />
â€ť Bukan gitu Rist, tapi,<br />
â€ť Alah kamu tu pake tapi-tapian. Bentar ya aku buatin minum dulu,<br />
â€ť Gak usah. Cuma Bentar kok. Aku Cuma mau ngasih tau, Tadi Malem Phrazt kecelakaan. Dia gak bisa ditolong lagi,,<br />
Bagai gemuruh yang meremuk redamkan hatiku. Menghentikan aliran darah dan memusnahkan sukmaku. Aku tertunduk, hingga tak kusadari air mata ini mengalir deras. Hanya nafas yang masih kuhela panjang, menandakan kalau hari ini harapanku benar-benar berakhir.<br />
â€ť Rist ayo kesana. Sekarang aja bareng aku&#8230;<br />
â€ť Tunggu Bentar Ya,</p>
<p>***</p>
<p>Kulihat Phrazt telah terbujur kaku. Ku dekati, kubuka kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Kutatap wajah dan seluruh tubuhnya&#8230;. Air mataku semakin deras. Dia akan segera diberangkatkan menuju keabadian, itu berarti hari ini adalah yangterakhir dapat kulihat dia.<br />
â€ť Nak Rista,<br />
â€ť Iya Bu.,<br />
â€ť Sebelum Phrazt meninggalkan kami untuk selamanya, Dia sempat menitipkan kedua benda ini. Kulihat Ibu phazt membawa</p>
<p>Sebuah buku harian warna biru dan sebuah gitar spanyol, seperti yang pernah ada dalam mimpiku.<br />
â€ť Kamu terima ya â€™Nak,<br />
â€ť Iya Bu. Trima kasih..<br />
Ku Buka lembar demi lembar buku itu. Kata Demi kata ku baca. Aku semakin terharu. Ada tawa dihatiku. Meski ia telah meninggalkanku, tapi ada ketenangan di jiwaku yang semoga membuat Phrazt merasakan hal yang sama disana. Meski ia telah tiada tapi ia akan tetap hidup di hatiku, Karena selama ini aku telah salah. Di Bait pertama buku itu kutemukan Sebuah kata</p>
<p>â€ť Veristha, Ijinkan aku memulai hidupku dengan<br />
Menjadi Pemuja rahasiamu&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=20&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/cinta-di-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syair cinta</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/syair-cinta/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/syair-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Semoga, sayap patahku cukup menghangatkan pangeran hati Yang melambungkan bahagiaku, meneduhkan di saat diri telah merapuh Kini kumengerti arti penantian memahami makna gelombang sebelum daratan saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa derai tawaku menjadi bintang di langit terang binar mataku cahaya di jiwanya saat dia melabuhkan hatiku<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=18&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga, sayap patahku<br />
cukup menghangatkan pangeran hati<br />
Yang melambungkan bahagiaku,<br />
meneduhkan di saat diri telah merapuh</p>
<p>Kini kumengerti arti penantian<br />
memahami makna gelombang sebelum daratan</p>
<p>saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa<br />
derai tawaku menjadi bintang di langit terang<br />
binar mataku cahaya di jiwanya<br />
saat dia melabuhkan hatiku</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=18&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/syair-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada jiwa yang terkekang masa</title>
		<link>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/kepada-jiwa-yang-terkekang-masa/</link>
		<comments>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/kepada-jiwa-yang-terkekang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhitaprazt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vrans.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[bagaimana mungkin bisa ? bukankah manusia adalah penguasa ? di bawah 4JJI sang Raja manusia kabar buruk tak kan lagi membisik memuruk kabar baik yang kan menjelma menggema itu janji 4JJI, jika kau peraya&#8230; kuingin lihat kau pulihkan raga lemah tanpa sukma lenyapkan gundah yang tak memiliki dirinya karena kau punya yang lebih indah cintamu&#8230;.yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=16&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana mungkin bisa ?<br />
bukankah manusia adalah penguasa ?<br />
di bawah 4JJI sang Raja manusia</p>
<p>kabar buruk tak kan lagi membisik memuruk<br />
kabar baik yang kan menjelma menggema</p>
<p>itu janji 4JJI, jika kau peraya&#8230;<br />
kuingin lihat kau pulihkan raga lemah tanpa sukma<br />
lenyapkan gundah yang tak memiliki dirinya<br />
karena kau punya yang lebih indah</p>
<p>cintamu&#8230;.yang tak kan usai&#8230;<br />
tebarkanlah di ruang hati hampa yang menanti</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vrans.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vrans.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vrans.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vrans.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vrans.wordpress.com&amp;blog=4775630&amp;post=16&amp;subd=vrans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vrans.wordpress.com/2008/09/16/kepada-jiwa-yang-terkekang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9df38c06259cd1131d7f78b1d84187e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vrans</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
